Selasa, 25 September 2018

Ini Avrum, Putra Asli Kutim yang Nilainya di IGCSE Tertinggi Se-Dunia, Sudah Ciptakan Mesin Air Bersih di Pedalaman, Buatkan Tangan-Kaki Disabilitas


Lahir dan dibesarkan di Jakarta, Avrum Noor (foto atas : kiri berkaca mata) tak pernah lupa asal-usulnya sebagai putra daerah Kutai Timur. Dari tangannya, telah banyak lahir teknologi dan inovasi canggih yang bermanfaat untuk bangsa, terutama bagi daerah tertinggal seperti tempat asal-usulnya, Kutim.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Anak dari pasangan Santos Ibrahim Noor dan Elizabeth Wisan itu ternyata serius dalam menjalankan aktivitas sosial.  Perjalanannya tak lepas dari filosofi dan pola didik orang tuanya. Avrum selalu mempunyai pandangan, bahwa ilmu yang dipelajarinya harus berguna bagi masyarakat secara langsung.

Pada usianya yang masih 17 tahun, telah banyak kegiatan sosial yang dilakukan Avrum. Kegiatan sosial Avrum Noor berawal dari menjadi bagian Youth Trasnformation pada 2015 lalu, menyelamatkan para korban perdagangan anak di India dan mendirikan Prima Touch Org. Yakni, suatu wadah bagi korban perdaganan anak untuk diberikan kesempatan mandiri. Yaitu, belajar membuat produk, seperti sabun mandi. Agar mereka punya keahlian dan bisa menjadi mata pencaharian. Avrum juga pendiri Prima Touch Indonesia.

Santos mengatakan, sewaktu usianya 15 tahun Avrum memeroleh nilai tertinggi di Indonesia sekaligus dunia untuk international general certificate of secondary education (IGCSE) dalam mata pelajaran matematika dan kimia. Tak sampai di situ, dia juga mencoba menciptakan water filtration system, yaitu sistem penyaringan air bersih untuk sekolah di pedalaman.

“Ciptaannya itu berawal dari tidak layaknya kondisi air bersih di SD yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit tempat saya bekerja. Akhirnya dia mencoba membuat water filtration system dari bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar lokasi,” ungkap Santos.

Sementara menurut Avrum, alat ciptaannya tersebut sudah digunakan di empat sekolah yang berada di pedalaman Kaltim. Yaitu SD Teladan Prima 01 di Talisayan Estate (Berau), SD Teladan Prima Benua Baru di Benua Baru Estate (Kutim), dan SD Filial 008 Kaubun di Bukit Permata Estate (Kutim).

Avrum juga memberikan informasi mengenai cara pembuatan dan contoh gambar water filtration system secara cuma-cuma di www.cleanwaterindonesia.com, supaya semua orang dapat membuatnya serta merasakan air bersih dengan lebih mudah dan murah.


Pada masa akhir SMA sebelum masuk universitas, Avrum mendirikan Limbcarnation Prosthetic (suatu klub sekolah yang dibentuk untuk merancang prosthetic dengan menggunakan teknologi 3D Printer). Avrum mengaku, dia sendiri yang mendesain dan membuat tangan serta kaki untuk anak-anak kurang mampu. Termasuk juga orang-orang dewasa yang berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan (disabilitas) atau mengalami kecelakaan sehingga tangan dan kaki lumpuh.




Dia mempersilahkan siapa saja untuk mengetahui informasi lebih detil mengenai kegiatannya di www.limbcarnationprosthetics.org. (*)

Selasa, 18 September 2018

Family Gathering 1 Muharram, LDII Kutim Makin Solid


SANGATTA - Warga DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kutai Timur memiliki berbagai cara untuk memperkuat kerukunan dan kekompakan. Pada bulan ini, organisasi keagamaan tersebut melakukannya melalui rangkaian gathering family.

Kegiatan keakraban antar keluarga tersebut dibalut berbagai permainan yang melibatkan semua peserta. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan halaman Masjid Ulul Albab, Jalan Permai Raya, Kecamatan Sangatta Utara, pada Selasa (11/9) tersebut, berlangsung lancar.

Adapun permainan yang diperlombakan antara lain, lari balap karung, tarik tambang, dan bola sendok. Selain itu, ada lomba cocoklogi, yaitu permainan yang mencocokan jawaban antata suami dan istri.


Ketika matahari memuncak sampai tepat di atas kepala, acara dilanjut dengan makan siang bersama. Para pemenang lomba diumumkan oleh pembaca acara, H Siswahyudi. Kemudian mereka diberikan beberapa hadiah menarik.

Ketua DPD LDII Kutim KH Muflihun menjelaskan, acara yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram tersebut, untuk meningkatkan keakraban antar sesama warga LDII. "Kami harap melalui family gathering ini warga LDII terkhususnya di Kutim, bisa makin rukun, kompak, dan memiliki kerja sama yang baik," ungkap Muflihun. (*)