Kamis, 31 Mei 2018

Tolak Radikalisme, Polres Kutim Gelar Tabligh Akbar

SANGATTA - Polres Kutai Timur di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP TeddyRistiawan menggelar tabligh akbar dan buka puasa bersama, Kamis (31/5) pukul 17.00 Wita. Yakni, dalam rangka peringatan hari bhayangkara ke-72.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan sambutan yang antusias oleh para tamu undangan dari unsur forum komunikasi perangkat daerah (FKPD), sebagian jajaran Pemkab Kutim, DPRD, dan masyarakat. Menghadirkan penceramah Al Habib Umar Muthohar, tamu undangan mendapat siraman rohani yang bergaya santai dan humoris.



Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan mengatakan, tabligh akbar tersebut bertema 'tolak radikalisme dan mendukung pilkada damai'. Kini, pilkada tersisa 26 hari lagi. Penting bagi masyarakat untuk mendukung kelancaran pilkada supaya sukses dan damai.

Apalagi, sambung Teddy, belum lama ini baru saja terjadi aksi radikal terorisme di Surabaya dan Sidoarjo. Jadi, jangan sampai ada hal yang merusak kelancaran pelaksanaan pilkada, terkhususnya di Kutim.

"Kami mengharapkan dukungan bapak dan ibu tamu undangan hari ini mendukung kesuksesan pilkada. Pilihan boleh berbeda, tapi kita harus pastikan kesatuan dan persatuan Kutai Timur, agar selalu kondusif," ujar Teddy dalam pidato sambutannya, kemarin.

Teddy mengajak agar masyarakat menolak keras paham radikalisme di Kutim. Apalagi, Kutim merupakan daerah yang luas, mencapai 35.700 kilometer per segi.

"Luas Kutim ini setara luas Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jadi, pengamanan di Kutim sangat penting. Mari kita kerja sama menyukseskan kedamaian saat pilkada," tegas Teddy yang saat itu mengenakan seragam dinas kepolisian dengan peci putih menutupi kepalanya.


Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang yang saat itu hadir bersama Sekrwtaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah, juga barengi Ketua DPRD Kutim Mahyunadi. Ada pula Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha, dan perwakilan Lanal Sangatta.

Kasmidi menyambut tabligh akbar dengan antusias. Dia turut mengingatkan agar warga Kutim menjaga persatuan dalam menyukseskan pilkada.

Dalam ceramahnya, Habib Umar membahas tentang ketaqwaan. Yakni, dengan mengingatkan melalui kisah para nabi. Gaya humorisnya membuat masyarakat tertawa saat menerima nasihat agamis. (*)


Senin, 28 Mei 2018

Ini Sambutan Positif Umat Lintas Agama atas Vihara Sukharama Sangatta


Tempat ibadah pertama dan satu-satunya bagi Umat Buddha di Kutai Timur akan segera terbangun. Meski belum diresmikan, peringatan detik-detik Waisak berlangsung khusyuk di Vihara Sukharama, Sangatta tersebut, Minggu (29/5).

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Tepat sebelum pelaksanaan Waisak pada Selasa (29/5), vihara yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso II, Komplek Thomas Square, Sangatta tersebut, dikunjungi oleh para pemeluk agama dan kepercayaan lainnya. Sehari sebelum peringatan Waisak.

Yakni, melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kutim, Pemuda Lintas Agama (Pelita), Katholik Center, dan lainnya. Mereka bahkan melakukan kerja bakti membersihkan vihara tersebut luar-dalam, sehingga tampak bersih. 


Hal tersebut menjadi pemandangan yang sejuk di tengah kesibukan umat Islam yang mayoritas saat berpuasa Ramadan. Kerja sama rukun umat beragama di Kutim menjadi hal yang indah, mengingat belum lama ini ada kejadian terorisme di Surabaya dan Sidoarjo.

Data dari Kememterian Agama tetang jumlah pemeluk Buddha, awalnya mencatatkan jumlah 300 orang di Kutim, dan 75 orang di Sangatta, beberapa tahun lalu.

Tepat setelah Etik Daniati datang ke Sangatta untuk menetap di Jalan Poros Sangatta-Bontang KM 10, Sangatta Selatan, pada November 2017, pemeluk Buddha melakukan pendataan secara real di lapangan. Lantas hasilnya jauh berbeda. Jumlah sebenarnya saat ini hanya sekira 10 kepala keluarga (KK) pemeluk keyakinan Buddha di Sangatta.

"Itu mungkin karena orang-orang hanya datang dan pergi tanpa menetap lama di Kutim ini, khususnya Sangatta" ujar Etik yang kini menjabat sebagai pengurus Vihara Sukharama Sangatta.


Dengan jumlah umat yang seadanya, Etik dan umat Buddha lain di Sangatta tetap melangsungkan detik-detik Waisak di Vihara Sukharama, Selasa (29/5) pukul 21.00 Wita. Ibadah pun berlangsung dengan khusyuk.

Sebelum adanya vihara tersebut dibangun, ujar Etik, umat Buddha di Sangatta berkumpul untuk beribadah hanya di sebuah rumah. Yakni, di sebuah ruangan khusus di kediaman Susy Youlia di Komplek Thomas Square, tak jauh dari vihara tersebut.

Susy pun diketahui merupakan istri dari seorang pengusaha kenamaan di Sangatta, Thomas Lekiu Winata. Pembangunan vihara yang kini progresnya sudah sekira 98 persen tersebut, berdiri di atas tanah yang diwakafkan oleh Thomas untuk umat Buddha di Sangatta.

Rencananya, Vihara Sukharama akan diresmikan pada Agustus 2018. Thomas berharap, Pemkab Kutim mau memberi sumbangsih untuk lokasi ibadah tersebut, sebab untuk kepentingan bersama. (*)

3 Anak dan Ibunya Nyaris Terbakar di Gang Nusantara Sangatta


SANGATTA – Ramadan di Kutai Timur, diwarnai musibah kebakaran. Sebuah rumah kayu dilalap api di Jalan Yos Sudarso III, Gang Garuda II, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (29/5) pukul 10.00 Wita.

Pasanga Bambang Hadi Sutrisno (37) dan istrinya Harni (37) sebagai pemilik rumah, kehilangan rumah beserta barang-barang berharganya. Hanya tersisa anak-anaknya yang masih kecil, Lita yang berusia 11 tahun, Ahsanu berusia 6 tahun dan Irsyad yang masih 1 tahun.

Saat kejadian, Bambang tengah berjualan di pasar. "Saya hanya bersama anak-anak saja saat kejadian. Waktu itu saya sedang menidurkan anak bungsu saya dalam ayunan, sambil duduk di depan televisi," ucap Harni.

Dia melanjutkan, saat itu anaknya yang nomor dua, tiba-tiba berlari, lalu berteriak bahwa ada api di kamar. "Saya kaget, lalu langsung masuk ke kamar. Saat itu sudah penuh asap,” ungkap perempuan tersebut.

Harni pun berupaya berteriak meminta tolong tetangga, sambil berusaha memadamkan api yang diduga berasal dari stopkontak di dalam kamar.

“Saya sudah berusaha memadamkan api. Tetangga belakang rumah juga ikut bantu. Tapi tidak tertangani lagi. Apinya cepat sekali membesar," ujarnya.

Dia mengaku tak sempat meminta bantuan dengan menelpon kerabat atau keluarga. Barang-barang berharga tak terselamatkan, selain pakaian yang sedang dikenakan. Harni pun langsung keluar rumah memboyong ketiga anaknya.

"Surat berharga, uang, perhiasan, semuanya tertinggal di dalam rumah yang terbakar,” ungkapnya. Sampai akhirnya, api berhasil dipadamkan sekira 30 menit.

Terakhir dikonfirmasi kemarin siang, Kapolsek Sangatta Utara Iptu Slamet Riyadi mengatakan, penyebab kebakaran tersebut belum diketahui pasti. "Kami masih melakukan pemeriksaan dan olah TKP bersama Polres Kutim," ujar Slamet. (*)

Minggu, 27 Mei 2018

Koramil dan Herlang Berbagi Seribu Takjil


SANGATTA - Herlang, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) yang juga sekaligus anggota komisi D DPRD Kutai Timur berbagi rezeki Ramadan. Dia membagikan sekira 1.000 takjil kepada masyatakat, di Jalan Karya Etam, Sangatta Utara, Kutim, Senin (28/5) sore.

Herlang mengatakan, kegiatan berbagi rezeki tersebut sudah rutin dilakukan selama Ramadan ini. Bagi-bagi takjil sebanyak sekira 1.000 makanan tersebut bekerja sama dengan Koramil 0909-01/Sangatta.


Saat pegelaran bagi takjil tersebut dihadiri juga oleh Komandan Koramil 0909-01/Sangatta Kapten Inf Arif Safardiyatno beserta jajarannya, dan sejumlah anggota PPM beserta anggota Granat Kutim.

"Kegiatan ini hanya untuk berbagi rezeki selama Ramadan. Artinya kami peduli dengan sesama," ujar lelaki yang juga ketua Ketua Fraksi NAP di DPRD Kutim tersebut.


Sebelumnya, Herlang telah melaksanakan buka bersama dengan 30 ketua RT se-Sangatta Utara, Kutim, di Taman Bersemi (eks STQ), Kamis (24/5). Itu sekaligus menjadi pemberdayaan UKM, dengan membeli dagangan dari UKM di Taman Bersemi. (socKP/*)

Kutim Memiliki Toleransi Agama yang Tinggi saat Ramadam



Kesibukan ibadah umat Islam yang padat pada Ramadan tahun ini, rupanya tidak menghambat aktivitas pemeluk agama lainnya di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Bahkan, aparat dari Polres Kutim sebanyak 56 personel pun mengamankan lokasi ibadah di 41 gereja se-Kutim.



Kegiatan pengamanan yang dipimpin Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Wakapolres Kompol Supriyanto tersebut dilakukan bersama Banser GP Ansor Kutim.




Kegiatan tersebut menjadi pemandangan yang sejuk pasca aksi terorisme yang mengguncang Tanah Air di Surabaya dan Sidoarjo belum lama ini. Pengamanan ini juga menjadi penyemangat bagi umat Nasrani dan umat agama lainnya agar terus menjalin persaudaraan di Tanah Air Indonesia, tanpa terprovokasi oleh aksi terorisme yang merusak NKRI.

Rabu, 23 Mei 2018

TK2D Dibilang Kurang Minat Pakai BPJS Pemkab Kutim


SANGATTA – Kurang maksimalnya pendaftaran badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) bagi tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) Pemkab Kutai Timur, diklaim bukan karena lambatnya kinerja tim yang menanganinya. Ada klaim lain, bahwa layanan kesehatan tersebut kurang begitu diminati.

Kepala Cabang  BPJS Sangatta Nurlia Afyanti mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan proses pendaftaran TK2D di BPJS, namun belum semua terdaftar karena banyak OPD yang belum melaporkan data TK2D-nya. “Kebanyakan dari kecamatan dan sekolah yang belum melaporkan data TK2D-nya,” ungkap dia, saat ditemui Kaltim Post, kemarin.

Saat ini, papar Nurlia, sebagian TK2D pun tidak begitu berminat mendaftar BPJS kesehatan oleh pemkab, malah cenderung telah terdaftar di BPJS mandiri.

“Ada kendala yang kami temui, yaitu tidak dapat meregistrasikan beberapa TK2D ke BPJS karena mereka sudah terdaftar di BPJS Polri maupun TNI, diduga dari keluarganya, semisal suami atau istrinya. Juga, karena sebagian TK2D memilih masuk di layanan kelas 1 dan 2, itu tidak bisa karena mereka dikategorikan di kelas 3, karena tampaknya mereka lebih memilih BPJS mandiri,” ujarnya.

Kendala lain, lanjut dia, karena ada TK2D yang ingin masuk ke BPJS kesehatan oleh pemkab ternyata masih punya tunggakan iuran di BPJS mandiri. Layanan BPJS kesehatan ini hanya menanggung TK2D tanpa menanggung keluarganya. Mungkin itu yang membuatnya kurang menarik.

“Jadi tiap OPD harus mendata dan mengajukan ke kami data TK2D yang mau berpindah dari BPJS mandiri ke BPJS kesehatan untuk TK2D,” ulasnya.

Saat ini, ternag Nurlia, secara bertahap kartu BPJS kesehatan TK2D sudah didistribusikan. “Sejauh ini baru kartu BPJS untuk tahap I yang telah didistribusikan. Sisanya masih sedikit-sedikit didistribusikan. Paling tidak sekira 20-30 kartu,” imbuh dia.

Beberapa TK2D sempat komplain karena mereka belum terdaftar di BPJS kesehatan, sebagai fasilitas dari pemkab. Sedangkan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kutim menyatakan, alasannya belum semua tercover BPJS karena keterlambatan masing-masing oganisasi perangkat daerah (OPD) melaporkan data TK2D-nya.

Diketahui, tercatat 6.537 TK2D Pemkab Kutim yang telah terdaftar di BPJS kesehatan. Total kuota semuanya adalah 8.000 BPJS untuk mengcover semua TK2D. Sedangkan jumlah TK2D menurut data BKPP Kutim saat ini sekira 8.040 orang. (*)


Gaji 13 dan 14 ASN Kutim Masih Tanda Tanya


SANGATTA – Gaji ke-13 dan 14 alias pengganti tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negeri sipil (ASN) Pemkab Kutai Timur mulai dibahas. Ternyata, hal itu sejauh ini masih tanda tanya, tak lain karena defisit keuangan.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menyatakan, telah memerintahkan kepada badan pengelola keuangan dan aset daerah (BPKAD) agar segera menyiapkan gaji 13-14 tersebut. Gaji tersebut merupakan hal yang dinantikan, karena banyak keperluan biaya yang diperlukan tiap ASN, menyambut Idulfitri.

Sekretaris BPKAD Kutim M Hamdan menjelaskan, gaji 13-14 tersebut bukan berarti tidak pasti. Tapi, pihaknya masih menunggu arahan dari pusat.

“Kami masih menunggu terbitnya PP (peraturan pemerintah) yang mengaturnya. Jadi, nanti akan dilihat bagaimana arahan dari pusat. Belum bisa disebutkan kapan waktunya akan dicairkan,” ulas dia saat menghadiri rapat koordinasi di Kantor Bupati Kutim, Komplek Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (21/5). (*)


Senin, 21 Mei 2018

60 PNS Setkab Kutim Naik Pangkat

SANGATTA - Roda bangku hangat di struktural organisasi Pemkab Kutim terus berputar. Para aparatur sipil negara (ASN) perlahan rontok karena pensiun, sejurus dengan kenaikan pangkat para pegawai negeri sipil (PNS).

Dari 309 PNS yang bertugas di Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim atau dikenal juga sebagai Kantor Bupati, terdapat 60 PNS yang mendapatkan kenaikan pangkat. Itu mulai dari IV ke IV b, lalu IIIb ke IIIc, dan seterusnya. Naik pangkat ini dibagi menjadi dua kategori, ada yang melalui ujian dinas atau penyesuaian ijazah dan lewat jalur reguler.

Sekretaris Kabupaten Kutai Timur (Setkab Kutim) Irawansyah secara simbolis memberikan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat pada Pengawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab), di halaman Kantor Bupati, Senin (14/5).

Setkab Irawansyah menjelaskan kenaikan pangkat merupakan salah satu bentuk penghargaan karir. Sebagai wujud syukur hendaknya para pegawai lebih aktif dalam menjalankan tugas dan menjadi teladan sebagai abdi masyarakat.

"Diharapkan para PNS bisa lebih aktif," pintanya usia memimpin apel pagi di Kantor Setkab, kemarin.

Setiadi Halim Kabag Umum dan Kepegawaian melalui Slamet Subagyo Kasubbag Kepegawaian mengatakan, kenaikan pangkat PNS untuk seluruh pegawai di Kutim telah diatur. Khusus 60 PNS ini hanya di lingkungan setkab. Ada 39 yang mendapatkan SK, sisa 21 SK masih proses tanda tangan.

"Untuk masa kerjanya tidak sama, contoh Ahmad ini masa kerjanya 12 tahun satu bulan," tuturnya.

Lebih lanjut, dia juga mengharapkan para pegawai yang mengurus kenaikan pangkat dapat memperhatikan tanggal penetapan sasaran kerja pegawai (SKP) yang di keluarkan Badan Kepegawai Pendidikan dan Pelantihan (BKPP) Kutim yang tiap tahun berubah. Lalu, nilai perhitungan di SKP.

"Tiap PNS harus memerhatikan kelengkapan berkas. Seperti perhitungan SKP, karena terlihat sepertinya banyak yang belum benar-benar paham," ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya telah terdapat 68 PNS yang pensiun dari Januari sampai Mei 2018 ini. Kenaikan pangkat tersebut sebagai peeputaran jabatan di lingkup pemerintahan, layaknya jadwa pensiun PNS yang telah ditentukan. (*)

Kamis, 17 Mei 2018

Mengantuk, Sekretaris Disdukcapil Tabrak Lampu Jalan

SANGATTA - Bertepatan awal Ramadan, laka lantas tunggal kembali terjadi di Kutai Timur. Kali ini menimpa Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim, Ajuansyah, Kamis (17/5) sekira pukul 09.30 Wita.

Ajuansyah menabrak lampu jalan trotoar di Jalan AW Syahrani (Eks Jalan Pendidikan), Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim.  Tragedi ini bermula saat dirinya hendak berangkat kerja. 

Kejadian bermula saat dia hendak berangkat kerja, mengendarai mobil pelat merah. Ajuansyah menuju Kantor Disdukcapil di Jalan Pendidikan. Belum sampai ke kantor, seketika sayup-sayup matanya, di luar kendali, kantuk menyerangnya.

Brakkk... suara mobil sudah menabrak lampu jalan. Saat itulah dirinya baru sadar jika sedang mengalami kecelakaan.  Mobil dinasnya  dengan plat nomor KT 1965 R merangsak ke median jalan. Sebuah lampu jalan ditabrak dan roboh. Batu besar yang terpendam ikut terangkat. Di situlah kendaraan warna putih itu terhenti.

"Saya berangkat ke kantor  jam 08.00 Wita. Saya mengantuk. Naik mobilnya pelan saja. Tidak ngebut. Kalau ngebut enggak mungkin ngantuk," ujar Ajuansyah.

Beruntung,  dirinya yang hanya seorang diri tersebut tak mengalami luka berat. Hanya kendaraannya yang rusak parah. Depan mobil hancur. Kaca mobil retak dan dua ban kanan depan dan belakang pecah. Korban hanya mengalami luka goresan di bagian hidung atas. Karena terkena kaca mata.

"Alhamdulillah saya tidak apa-apa. Hanya luka gores saja.  Tetapi ya cukup trauma atas kejadian ini," katanya.

Satlantas Polres Kutim membenarkan hal itu. Telah terjadi kecelakaan tunggal di Jalan AW Syahrani.  Korban dalam keadaan baik. Hanya kendaraan yang rusak parah.

"Kejadiannya diperkirakan pukul 09.30 Wita. Ini merupakan kecelakaan tunggal. Dia sendiri. Tak ada orang juga," kata Randi dan Sasnural anggota Satlantas Polres Kutim yang mengamankan lokasi.

Dari hasil sementara,  diduga korban dalam keadaan mengantuk saat mengemudi. Dengan begitu,  kesimpulan sementara ada unsur kelalaian. "Akan ada pemeriksaan. Karena ada yang dirugikan. Kami bawa ke kantor bersama kendaraannya," kata Randi.

Kecelakaan ini mengakibatkan arus lalu lintas sedikit terganggu. Bahkan sempat terjadi antrian panjang. Baik kiri maupun kanan jalan, karena tak sedikit warga yang ikut menonton kejadian tersebut. (*)

Rabu, 16 Mei 2018

Ini Pernyataan Sikap LDII Kutim terhadap Aksi Teeorisme

SANGATTA - Rasa takut masyarakat terhadap aksi terorisme di Surabaya, belum pergi. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama tokoh agama dan FKPD sepakat mengutuk terorisme, dan melakukan kewaspadaan dini.

Pemkab dan tokoh agama masih mewaspadainya, sejak gelaran rapat koordinasi kewaspadaan dini, pernyataan sikap dan doa bersama, di Kantor Bupati Kutim, Rabu (16/5).

Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, teroris bisa masuk dari mana saja, sehingga semua pihak wajib menghalaunya. Sebab, keberdaan mereka sulit terdeteksi.

Lelaki yang karib disapa Ismu itu berpesan, tiap tokoh agama perlu menyampaikan pesan sosial kepada umat masng-masing. Supaya, meningkatkan keimanan sehingga terlindung dari pengaruh radikalisme.

Saat itu, hadir organisasi keagamaan besar. Yaitu, Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan ormas lainnya.

Ketua LDII Kutim KH Muflihun mengatakan, pihaknya turut menyikapi aksi terorisme tersebut. LDII mengecam dan mengutuk segala perbuatan terorisme dan radikalisme di Indonesia.

"LDII adalah organisasi yang sangat menjunjung tinggi kesatuan persatuan NKRI (negara kesatuan republik Indonesia). Kami sangat menjaga keutuhan negeri ini, karena kami juga pancasilais," ujarnya.

Mulihun menyatakan, penolakan terhadap aksi radikal terorisme tersebut, merupakan wujud cinta terhadap tanah air, dan cinta terhadap agama Islam. "Jadi, Islam itu sebenarnya adalah agama yang sejuk. Tidak seperti pemahaman terorisme itu, karena hal itu menganggu kedamaian negeri ini," ucap dia.

Diketahui, rapat koordinasi saat itu dihadiri seluruh tokoh masyarakat lintas agama, tokoh adat, pemuda, juga beberapa ketua RT dan kepala desa. Hadir pula Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Sekertaris Kabupaten Irawansyah, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Khamil Bahren Pasha, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Mulyan Budiartha serta Wakil Ketua DPRD Kutai Timur, Yulianus Palangiran, dan berbagai elemen penting lainnya. (*)

Selasa, 15 Mei 2018

Pengedar di Busang Membawa 52 Poket Sabu saat Bermain Bilyar


SANGATTA - Seorang pengedar narkoba di Kecamatan Busang, Kutai Timur, berhasil diringkus kepolisian. Dia kedapatan membawa 52 poket narkotika sabu pada Senin (14/5) pukul 13.00 Wita.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Resnarkoba Iptu Abdul Rauf menjelaskan, pengedar bernama Amiruddin (37) tersebut diringkus saat sedang berada di tempat bilyar, di RT 02, Desa Long Leles, Busang. Dari tangannya ditemukan 52 poket kecil sabu seberat 17,53 gram, beserta plastik dan pembungkusnya.

Rauf menjelaskan, pengedar ersebut sudah diincar sejak awal 2018. Akhirnya waktu yang tepat datang, informasi dari masyarakat menggiring unit opsnal Satresnarkoba melajukan penyelidikan.

"Anggota unit opsnal dan Babinsa Busang Sertu pun berhasil mengamankan tersangka di lokasi bermain bilyar, dan menemukan 52 poket sabu itu dalam dompet warna orange milik tersangka," ucap dia, kemarin.

Selain itu, lanjut Rauf, diamankan juga barang bukti berupa sebuah smartphone warna putih dan uang Rp 3,2 juta. Dilanjutkan penggeledahan di rumah tersangka, ditemukan timbangan digital warna silver, beberapa plastik klip, sedotan warna biru sebagai alat penakar.

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Kutim guna pemeriksaan lebih lanjut," ungkap dia. (mon)


Minggu, 13 Mei 2018

KPU Kutim Sosialisasikan Pilgub lewat Komedi Cerdas, Dedi Beruntung

Dhedy (kiri) bersama krunya Akrom menujukkan piala juara 1 stand up comedy KPU Kutim.


SANGATTA - Trend humor cerdas alias stand up comedy semakin menjamur, tidak terkecuali di Kutai Timur, Kaltim. Melalui komedi tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Timur menyosialisasikan pemilihan gubernur (pilgub) Kaltim tahun ini.

Acara yang digelar di Kantor KPU Kutim, Minggu (13/5), diikuti 11 peserta. Baik dari kalangan mahasiswa, pekerja, jurnalis, hingga orang tua.

Semua peserta harus mengeluarkan cerita lucu, candaan, serta gesture tubuh yang bisa memancing penonton tertawa.

Dengan bahan yang mengacu pada momen pilgub, tanpa menyebutkan nama ataupun inisial paslon tertentu.

Dari ajang tersebut, Dedy warga Sangatta Selatan, berhasil meraih peringkat pertama. Ia yang mengaku sempat grogi di awal penampilannya berhasil membawa pulang uang Rp 2,5 juta dan trophy.

“Alhamdulillaah. Tidak menyangka. Tapi apa yang dilakukan KPU Kutim dalam menggelar lomba stand up comedy merupakan terobosan baru dalam merangkul para pemilih muda. Sekaligus lebih mengenalkan momen pilgub pada pemilih pemula,” ungkap Dedy.

Senada, Ketua KPU Kutim Fahmi Idris mengatakan sosialisasi terkait pelaksanaan Pilgub Kaltim terus dilakukan pihaknya, untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Maklum dalam pemilu sebelumnya, partisipasi pemilih di Kutim hanya mencapai 40 persen lebih.  

“Kami berharap dengan gencarnya sosialisasi, melalui kegiatan yang menyentuh berbagai kalangan,  partisipan pada Pilgub Kaltim bisa mencapai angka 70 persen,” ujar Fahmi.

Sebelumnya, KPU Kutim juga telah menggelar kegiatan jalan santai yang mengundang seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian. Beragam hadiah diberikan dalam ajang tersebut.

“Kami juga kerap sosialisasi ke sekolah untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula. Agar tidak melewatkan hak suaranya pada Pilgub mendatang,” kata Fahmi. (*)

Selasa, 01 Mei 2018

Masih Ada Outsourching di Kutim Loh.. Ini Buktinya


SANGATTA - Gengs... Sejumlah karyawan pekerja di beberapa perusahaan di Kutai Timur merayakan hari buruh dengan "menggedor" pintu wakil rakyat, Senin (1/5). Alasannya, karena masih ada perusahaan yang mempekerjakan karyawan selama 12 jam, hingga upah yang tak adil.

Serikat buruh Perkumpulan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kutim yang melakukan hearing kemarin, disambut oleh Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Kapolres Teddy Ristiawan, Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha dan anggota DPRD lainnya.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Panel I Kantor DPRD Kutim, Komplek Bukit Pelangi, Sangatta Utara itu, membahas tentang ketidakadilan dunia pekerja di Kutim. Investor diminta untuk bisa lebih menyejahterakan pekerja, dan mengutamakan warga lokal.

Ketua PPMI Kaltim Abdul Jasmin menjelaskan, sebenarnya upah bukan satu-satunya faktor penentu kesejahteraan. Faktor lain adalah sisi pengeluaran yang dapat dikompensasi dengan kebijakan sosial dari negara seperti penguatan akses pendidikan, kesehatan, keuangan, transportasi, dan perumahan yang layak.

Menurut para pekerja di Kutim, hasil penelusuran media ini, masih ada upah yang tak sesuai dengan pekerjaan. Bahkan, masih ada perusahaan yang mempekerjakan karyawannya sampai 12 jam, bahkan tanpa jatah hari off.

"Penyediaan rumah murah yang aman, layak huni dan terjangkau merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada pekerja. Itu baik adanya bagi kelompok masyara

Serikat pekerja tersebut meminta kepada Pemkab Kutim agar menghapus out sourching, upah murah, dan kerja kontrak terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kutim. Serta, memberikan jaminan kesehatan kepada karyawan perusahaan.

Diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. PP ini memberikan kepastian upah pada dunia usaha, kepastian kenaikan upah setiap tahun bagi pekerja, dan memperbanyak lapangan pekerjaan. (*)