Senin, 26 Maret 2018
Rentan Jadi Temuan BPK, Wabup Tegaskan Tak Salah Bayar Lahan
Pemkab Kesulitan Urus Pembebasan Lahan
Sabu, Ganja, LL, Miras Dimusnahkan
Jalur Poros Sangatta-Bontang Banjir, Pengendara Motor Rentan Gugur
Kamis, 22 Maret 2018
Dipancing 4 Malam, Anak Buaya Ditangkap, Diduga Masih ada Induknya
Bupati Klaim Infrastruktur Kutim Berkembang
Gaji TK2D Tak Kunjung Cair karena Sesuaikan Uangnya Pemkab
Dalam 5 Hari, Terhimpun Sabu 40,94 Gram di Kutim
Jumlah LP : 6 kasus
TSK : 8 Orang
Barang Bukti :
Sabu 40,94 gram (beserta plastiknya)
Uang tunai Rp 2.912.000
Ponsel 11 unit
Selasa, 20 Maret 2018
PDGI Kutim Tularkan Kebiasan Merawat Mulut Sehat
SANGATTA - Hari kesehatan mulut sedunia pada 20 Maret diperingati oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kutim. Yakni, dengan rangkaian kegiatan sosialisasi terhadap pelajar tingkat SD yang jauh dari pusat kota, sejak kemarin sampai hari ini (21/3).
Gara-Gara Kurang Sosialisasi, "Jatah" PNS Tak Tersalur 10 Tahun
Hampir 3 Bulan TAk Gajian, TK2D Tak Bisa Beli Susu Anak
Kajari Mengaku Tidak Pernah Panggil secara Lisan PDAM Kutim
Minggu, 18 Maret 2018
PDAM Kutim Diperiksa Kejari Terkait Rincian Tagihan Pelanggan
SANGATTA - PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur akhirnya membenarkan adanya pemeriksaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta. Yakni, dimintai keterangan tentang rincian yang tertera pada tagihan pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutim Aji Mirni Mawarni mengatakan, awal pemanggilan oleh kejari bermula secara lisan pada Februari 2017. "Intinya, kami dimintai penjelasan berkaitan dengan rincian yang tertera pada tagihan pelanggan, salah satunya dana meter," ucap perempuan yang karib disapa Mawar itu.
Biaya dana meter dalam tagihan pelanggan, terang Mawar, merupakan biaya penggantian meter yang akan dipergunakan untuk penggantian meter air pelanggan setiap lima tahun sekali.
Dia melanjutkan, pihaknya dipanggil resmi melalui surat pemanggilan untuk dimintai keterangan pada Maret 2017. Dalam satu tahun ini, untuk internal PDAM sudah lebih 30 orang yang dimintai keterangan.
"Yaitu, mulai dari direktur, hingga seluruh kepala bagian dan kepala sub bagian di keuangan. Juga, terhadap kepala cabang, dan seluruh kepala unit serta beberapa operator produksi IPA Kabo, IPA Sangatta Selatan, dan IPA Rantau Pulung yang menjabat pada 2015-2016," ulasnya.
Pegawai yang diperiksa, ungkap Mawar, hampir semua sudah menandatangani berita acara pemeriksaan. Sedangkan yang dipanggil dari eksternal PDAM, yaitu lima suplier solar dan satu suplier bahan kimia yang menyuplai pada 2015-2016.
Dia berjanji, akan menjalani pemeriksaan dengan kooperatif tanpa ada yang ditutupi. "Kami terus penuhi semua permintaan data, maupun aturan perundangan yang digunakan di lingkungan PDAM Tirta Tuah Benua untuk disampaikan kepada kejari," imbuh dia.
Dikatakannya, seluruh kepala unit di kecamatan pun ketika mendapat panggilan langsung memenuhi untuk hadir dan membawa berkas yang diperlukan. "Bila ada yang kurang mereka bisa mengambil arsipnya di kantor pusat, dan kembali lagi esoknya. Kami hanya mengikuti waktu yang diberikan saja," terang Mawar.
Mawar menyatakan, tidak paham hal yang mendasari pemeriksaan tersebut. "Sebab, bukan dari temuan audit, baik dari laporan audit keuangan yang hasilnya diperiksa oleh BPK RI maupun audit kinerja oleh BPKP," imbuh dia.
Dari hasil pemeriksaan yang disoroti adalah dana pensiun/pesangon pegawai, rencana kerja dan anggaran perusahan (RKAP) pada 2015-2016, laporan keuangan pada 2015-2016. Serta, dana subsidi dari Pemkab Kutim pada 2015-2016.
Mawar mengklaim, penyusunan anggaran dan laporan keuangan serta pengelolaan dana sudah melalui prosedur. "Kami selalu meminta bimbingan dan konsultasi BPKP. Jika ada kesalahan dalam pelaporan administrasi, BPKP pasti akan menegur dan meminta kami memperbaiki," ucapnya.
Kepala Kejari Sangatta Mulyadi menuturkan, pemeriksaan memang telah dilakukan terhadap PDAM Tirta Tuah Benua sejak beberapa waktu lalu. Yakni, penyelidikan untuk suatu item, salah satunya pengadaan barang. "Pemeriksaan itu kami laksanakan sesuai surat perintah untuk penyelidikan," ungkap dia beberapa waktu lalu. (*)
PDAM Tirta Tuah Benua Kutim Diperiksa Kejari Sangatta:
- Sudah 30 orang internal PDAM yang diperiksa
- Internal PDAM yang diperiksa meliputi direktur, seluruh kepala bagian dan kepala sub bagian di keuangan, kepala cabang, dan seluruh kepala unit, dan beberapa operator produksi IPA Kabo, IPA Sangatta Selatan, dan IPA Rantau Pulung yang menjabat pada 2015-2016
- Ada pula eksternal PDAM yang diperiksa, yaitu 5 suplier solar dan 1 suplier bahan kimia yang menyuplai pada 2015-2016
- Pemanggilan secara lisan oleh Kejari Sangatta sejak Februari 2017, melalui surat resmi sejak Maret 2017
- Dimintai keterangan tentang rincian tagihan pelanggan, salah satunya biaya dana meter
Jumat, 16 Maret 2018
Calo KTP dan KK, 3 TK2D dan Tukang Pentol Diamankan
Kamis, 15 Maret 2018
Kapal Tenggelam di Tanjung Mangkalihat , 9 Nyaris Tewas
SANGATTA - Lagi-lagi, sebuah kapal tenggelam di laut Kutim. Yakni, di perairan Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran. Padahal, sebelumnya sebuah kapal baru saja tenggelam di perairan tersebut awal Februari 2018.
Musibah tersebut dikabarkan oleh Danlanal Sangatta, Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta kepada media ini, kemarin (15/3) sore. Terdapat sembilan anak buah kapal (ABK) dari Kapal KLM Bunga Harapan yang tenggelam kemarin (15/3) sekira pukul 00.30 Wita tersebut.
Saat itu, kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Pare-Pare Sulsel menuju Berau, dengah membawa 280 ton beras dan 218 ikat telur. Gelombang laut yang begitu dahysat membuat nahkoda kapal, Abdul Azis bersama delapam ABK-nya terguncang.
Lantas, ujar Mulyan, kapal tersebut mengalami kebocoran karena menabrak batu karang di sekitar 1 mil dari bibir pantai di Perairan Tanjung Mangkalihat. Sang nahkoda kehilangan kendali, sehingga kapal tersebut kemasukan banyak air, lalu perlahan terbalik. Kapal pun akhirnya tenggelam.
Menurut hasil pemeriksaan sejauh ini, Mulyan menjelaskan, kapal tersebut diperkirakan tenggelam pada kedalaman antara 150-200 meter.
Kronologis lebih rinci, belum dapat dijelaskan. Sebab, para korban masih dalam keadaan trauma berkecamuk. Keterangan masih dihimpun.
“Saat ini belum diperoleh keterangan penyebab tenggelamnya kapal, termasuk upaya penyelamatan karena komunikasi ke Tanjung Mangkaliat terkendala,” terang Danlanal.
Kapal tersebut diketahui merupakan milik seorang warga Pare-Pare yang dikenal dengan nama H Saleba. Korban selamat saat ini ditampung di rumah warga yang merupakan keluarga anggota Posal Tanjung Mangkalihat Sertu Arman, di Tanjung Mangkalihat, Sandaram.
ABK yang selamat yakni Risman, Usman, Suparno, Datri, Yusran, Abdul Kadir, Ruslan, dan Samula. “Semua korban yakni nakhoda dan ABK, kini ditampung di kediaman warga dalam keadaan sehat, semetara petugas Posal Tanjung Mangkaliat sudah melakukan pendataan tempat kejadian,” terang Danlanal.
Mulyan menuturkan, tindakan yang dilakukan saat ini yaitu memperdalam data kronologis kejadian. Speed Posal Tanjung Mangkalihat sudah berada di TKP untuk memastikan posisi tenggelamnya KLM Bunga Harapan.
Sebelumnya di perairan Tanjung Mangkalihat juga telah terjadi peristiwa sama. Kapal Tawarani Baru yang membawa tujuh penumpang, yakni seorang nahkoda bersama dua ABK dan para pemancing asal Sangatta, tenggelam karena bertabrakan dengan kapal tugboat pengangkut tongkag kosong pada 11 Februari.
Dalam kejadian itu tiga orang selamat, yakni Sukri (57), Marten (63) dan Zakaria (56). Sementara empat lainnya hingga kini belum ditemukan yakni Kardi (45), Seno, Rustam, dan Razak. Pencarian empat korban dikerahkan di perairan Toli-Toli, Gorontalo, oleh Basarnas. Sementara dari Kutim melakukan pantauan dan kordinasi. (mon)
Tenggelam di Perairan Tanjung Mangkalihat :
~Nama Kapal : KLM Bunga Harapan
~Nakhoda : Abdul Azis
~Pemilik : H Saleba
~Alamat : Pare-Pare Sulawesi Selatan
~ABK :
1. Risman
2. H. Usman
3. Suparno
4. Datri
5. Yusran
6. Abdul Kadir
7. Ruslan
8. Samula
~Muatan :
- Beras : 280 ton
- Telur : 218 ikat
~Kapal berlayar dari Pare-pare dengan tujuan Berau
~Korban jiwa : Nihil
~Kerugian Material :
- Sebuah kapal an KLM Bunga Harapan
- Beras 280 ton
- Telur 218 ikat
Pemkab Kutim Diminta Kerja Cerdas Tangani Banjir
SANGATTA - Musim hujan belum berakhir. Kutim masih rentan terhadap banjir. Pemkab pun diminta untuk cerdas, dengan mendata semua lokasi genangan, terutama di wilayah keramaian.
Bahkan, belum lama ini Satlantas Polres Kutim turun langsung ke jalan yang berlubang di Jalan APT Pranoto, Sangatta Utara, lalu menambalnya. Yakni, dengan biaya sendiri. Padahal, itu merupakan tugas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim.
Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Lantas AKP Eko Budiyatno mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan penambalan jalan itu karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Jika hujan lubag itu bisa menjadi genangan, bila banjir maka sulit terlihat sehingga berbahaya bagi pengendara.
"Itu lubang jalannya sudah cukup besar, sehingga mengganggu pengendara," ungkapnya.
Dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) terakhir di Kantor Kecamatan Sangatta Utara, pembangunan drainase untuk mengatasi banjir banyak diusulkan para kepala desa. Penambalan jalan berlubang juga banyak diusulkan.
Ketua G20 Mei Kutim Irwan mengatakan, saat ini banyak sekali lokasi genangan di Kutim, terkhususnya di Sangatta. Hal itu perlu ditangani dengan cermat, meski dengan anggaran daerah yang terbatas karena defisit yang melanda saat inu.
Pemkab, lanjut lelaki yang karib disapa Fecho itu, harusnya bisa mencoba dengan menyusuri tiap jalan. "Coba saja di Sangatta dulu. Biayanya murah. Saat menyusuri jalan, hitung saja jumlah lubang yang ada, lalu dicatat lokasinya di mana saja, serta berapa besar dan kedalamannya," ungkap Irwan saat ditemui Kaltim Post di teras musala Kejari Sangatta, beberapa waktu lalu.
Dia menerangkan, hasil pendataan lubang genangan tersebut nantinya dikumpulkan, lalu dijadikan bahan untuk rapat bersama. Yakni, antara Dinas PU, Kecamatan, Desa, RT, hingga mengundang pihak swasta.
"Nanti bisa dilihat, mana lubang yang terparah, sehingga bisa diprioritaskan untuk ditindaklanjuti. Sebab, saat ini musim hujan. Kalau tidak diatasi, genangan akan semakin banyak," tukas dia.
Pun begitu, Irwan menekankan, agar pemkab fokus dalam penyelesaian masalah. "Kalau mau tangani genangan, mak fokus urusi itu. Jangan nanti belum selesai, malah mau ngurus yang lain lagi yang tidak jelas. Jadi, kerjakan yang jelas saja," pungkasnya.
Pantauan Kaltim Post, beberapa kawasan yang kerap tergenang air ketika hujan di Sangatta Utara antara lain, Jalan Soekarno Hatta, Jalan APT Pranoto sampai Kampung Kajang, Jalan Karya Etam, Jalan Dayung, Jalan Yos Sudarso III-IV sampai Simpang Telkom. Sementara di Sangatta Selatan hampir setiap tempat kerap tergenang banjir. (mon)
Rabu, 14 Maret 2018
Penanganan Kasus Penembakan Orangutan di TNK Mentok
SANGATTA - Setelah sekian lama melakukan serangkaian pemeriksaan, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga upaya lainnya, akhirnya Polres Kutim menyatakan kasus pembunuhan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) sudah sampai ujung. Tak ada penambahan tersangka, baik kasus tersebut, maupun kasus sebelumnya.
Diketahui, orangutan di TNK tersebut dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senapan angin, pada 3 Februari. Ditemukan 130 butir peluru senapan angin bersarang ditubuhnya, sehingga hewan yang dilindungi tersebut dinyatakan tewas pada 6 Februari. Lima orang warga di TNK Kecamatan Teluk Pandan, Kutim, ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan --foto atas-- mengatakan, hasil penyidikan sejauh ini sudah tidak ada lagi perkembangan kasus tersebut. Meski diakui, pihaknya berharap adanya keterkaitan para tersangka maupun saksi di sekitar TKP tersebut terhadap kasus pembunuhan orangutan sebelumnya pada 2016.'
"Ya, sejauh ini sudah mentok. Hanya sampai lima tersangka itu saja," ucap Teddy kepada Kaltim Post, Selasa (13/3).
Terkait kasus pembunuhan orangutan pada Mei 2016 yang tak jauh dari TKP kasus terakhir itu, Teddy menyatakan, sangat minim saksi. "Lagi pula, kasus yang sudah lama itu sudah jauh hilang jejaknya. Sulit mencarinya, karena sudah tidak terlalu diperdulikan lagi oleh orang-orang," imbuh dia, dalam wawancara terpisah pada waktu yang berbeda sebelumnya.
Kasat Reskrim AKP Yuliansyah menambahkan, saat ini kasus pembunuhan orangutan di TNK tersebut masih dalam pemberkasan. Sebelumnya, sudah melalui tahapan rekonstruksi, dan penambahan beberapa saksi. Diperkirakan, kasus bakal naik ke tahap I pada pekan depan.
"Bakal segera kami urus untuk segera dinaikkan lagi ke tahap II, diserahkan ke Kejari Sangatta," ucap mantan kasat reskrim Polres Kukar itu.
Perkembangan dalam pemeriksaan saksi-saksi, ungkap Yuliansyah, yaitu telah menetapkan istri dari tersangka Muis (36) menjadi saksi. Dalam keterangan perempuan tersebut, dia hanya mengakui berada di TKP saat terjadi aksi penembakan orangutan. Tidak dinaikkan menjadi tersangka karena pembiaran.
"Dia melihat mereka melakukan penembakan. Tapi hanya sebatas itu. Jadi dia hanya kami jadikan saksi. Adapun bagaimana kelanjutannya nanti, tergantung hasil di persidangan," ungkap Yuliansyah.
Diketahui, lima tersangka penembakan orangutan tersebut antara lain, Muis (36), Nasir (55), Andi (37), Rustam (37), dan He (13). Nasir merupakan ayah dari Rustam, mertua bagi Andi, sekaligus kakek dari He. Hanya He yang diberikan keringanan, karena merupakan siswa SMP yang masih di bawah umur. (mon)
Sejauh Apa Penanganan Kasus Penembakan Orangutan di TNK:
- Dalam proses pemberkasan, telah melalui rekonstruksi dan penambahan beberapa saksi
- Istri tersangka Muis ditetapkan sebagai saksi. Perempuan itu melihat kejadian penembakan
- Sudah mentok, tidak ada lagi perkembangan yang mengarah ke penambahan tersangka maupun pengungkapan kasus pembunuhan orangutan pada 2016
- Diperkirakan pemberkasan bakal naik ke tahap I pada pekan depan











