SANGATTA – Seorang
pemuda, M Saifudin (17) tewas setelah pesta minuman keras (miras), di Desa
Marga Mulia, Kecamatan Kongbeng, Kutim. Dalam keadaan mabuk, dia cekcok dengan
teman mabuknya, Rudi
Andriani (19) --foto kiri-- lalu berlanjut ke penganiayaan sehingga Saifudin tewas
dengan bacokan di leher.
Kejadian tersebut bermula saat Rudi dan Saifudin sedang
pesta miras di Jalan Melati, Desa Marga Mulia, Kongbeng, bersama beberapa
temannya, Ro, Al, He, Ap, Og, dan Pr. Yakni, alkohol 70 persen dicampur minuman
energi merk dari Indonesia, pada Sabtu (10/3) dari pukul 17.30-21.00 Wita.
Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Reskrim
AKP Yuliansyah menerangkan, Ro kemudian izin untuk pulang duluan, namun Rudi
langsung menendang sehingga mengenai dadanya. Namun Ro tidak menghiraukan
perilaku tersebut. Saifudin pun menegur Rudi dengan berkata “kalau mau, jangan
main kroyok”.
Mendengar perkataan itu, Rudi langsung membalas dengan
berbagai ucapan, sehingga mereka saling lempar kata bernada amarah. Perkelahian
fisik pun tak terelakkan. Rudi pun mencabut badik yang disimpannya, lalu menikam
leher atas Saifudin, pada sekira pukul 21.25 Wita.
“Kemudian korban (Saifudin) ditolong oleh teman-temannya,
lalu dibawa ke klinik dr Ardianto di Wahau. Korban pun meninggal dunia di klinik
tersebut, sedangkan pelaku (Rudi) melarikan diri ke dalam kebun sawit di
sekitar perkampungan Desa Marga Mulia,” ujarnya.
Diketahui, pelaku merupakan warga Jalan Poros SP III Rawa
Indah, Desa Makmur Jaya, Kongbeng. Sementara korban merupakan warga Jalan
Melati, tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) penikaman.
Yuliansyah menjelaskan, pelaku akhirnya ditemukan oleh
kepolisian saat hendak pulang ke rumahnya, kemarin (11/3) sekira pukul 14.15
Wita. Rudi yang mengetahui ada kehadiran polisi berusaha melarikan diri. Tembakan
peringatan pun diletuskan tiga kali, namun pelaku tak mengindahkannya. Lantas,
dilakukan tembakan yang bersifat melumpuhkan pada bagian betis sebelah kiri.
“Selanjutnya pelaku dibawa ke klinik Desa Marga Mulia untuk
penanganan medis awal. Saat ini pelaku sudah dilarikan ke RSUD Kudungga Sangatta
untuk tindakan medis lanjutan,” ujarnya.
Dipaparkannya, Polres Kutim masih melakukan penyidikan lebih
lanjut terkait kasus tersebut untuk memperdalam informasi lebih lanjut. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar