Jumat, 09 November 2018

Warga Sangatta Temukan Rudal Berkarat, Aparat Langsung Pasang Police Line karena Berpotensi Meledak


SANGATTA - Seorang warga menemukan sebuah munisi jenis rudal saat sedang menggarap lahan 1 hektare (ha) yang akan dirintisnya, di komplek pembangunan Perumnas Joko Widodo Kanal III, Jalan AW Syahrani, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur. Hal itu membuat warga harus bersiaga, karena berpotensi meledak.

Mortir tersebut berdiameter bawah sekira 90 sentimeter (cm), ujung atas 45 cm, dan panjang 180 cm. Penemu rudal Handoko (35), merupakan warga Jalan Hidayatullah Gang Kedung Adem RT 55, yang juga pegawai RSUD Kudungga Sangatta.

Saat membersihkan lahan, saya melihat ada bongkahan besi tua panjang. Setelah diperiksa ternyata besi tersebut menyerupai rudal milik TNI. Jadi saya langsung melaporkannya kepada pasien yang sedang saya rawat di RSUD yang juga polisi pada Kamis (8/11),ujar Handoko.

Lantas, tempat kejadian perkara (TKP) diamankan oleh anggota polisi bersama jajaran Kodim 0909/Sangatta, Jumat (9/11) pukul 10.00 Wita. Kemudian benda asing itu diidentifikasi.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menyatakan, tindakan yang dilakukan pihaknya adalah mengamankan TKP, dan memeriksa sejumlah saksi di sekitarnya. Penanganan lebih lanjut dilakukan Kodim 0909 Sangatta,tambah Kasat Reskrim AKP Yuliansyah.

Terpisah, Dandim 0909/Sangatta Letkol (inf) Kamil Bahren Pasha menjelaskan, benda tersebut adalah rudal. Pihaknya bersama Polres Kutim sudah mengamankan lokasi tersebut dengan memasang police line agar tak dimasuki warga. Harus diteliti dulu, apakah masih aktif atau tidak.


Tidak mudah memindahkan rudal tersebut. Jadi, kami harus mengamankan dulu lingkungan sekitar. Kami juga perlu lebih lanjut memeriksa kondisi dan jenis rudal. Kalau sudah nonaktif, akan dihibahkan ke Kodam VI Mulawarman. Tapi kalau masih aktif, harus diangkat dengan peralatan khusus ke tempat yang aman untuk diledakkan. Tapi pastinya rudal itu sudah lama berada di lokasi tempatnya ditemukan,ujar Kamil kepada Kaltim Post, kemarin. 

Dia mengimbau, agar warga jangan sekali-sekali mendatangi tempat tersebut. Sebab, rudah tak boleh terkena guncangan atau pukulan. Seandainya aktif, tak ada lagi kemungkinan selain munculnya ledakan. (mon)

Minggu, 04 November 2018

Dari Sangatta, KPC dan PMI Kutim Antar Ribuan Peralatan Belajar ke SD Pengungsian Korban Gempa-Tsunami Palu

Suara sorak-sorai anak di pengungsian korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, begitu menyenangkan. Aktivitas belajar di sekolah khusus pengungsian itu, berlangsung ceria, meski ternyata masih kekurangan peralatan belajar.

RAYMOND CHOUDA, Palu

Dari Sangatta, Kutai Timur, Kaltim Post berksempatan ikut rombongan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim, dalam misi kemanusiaan, Jumat (2/110). Rombongan ini menggunakan perjalanan udara komersial, di mana bandara Palu sudah aman kembali beroperasi sepekan setelah gempa dan tsunami pada 28 September 2018.

Perjalanan ini merujuk hasil survei lapangan tim PMI Sulteng dan PMI Palu, bahwa dunia pendidikan di Palu ikut lumpuh, dampak bencana alam. Anak-anak yang bersekolah di pengungsian ternyata sangat memerlukan peralatan belajar.

Singkat cerita, tim rombongan KPC-PMI yang dipimpin Felly Lung, langsung menyambangi salah satu kawasan pengungsian, di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Palu. Yakni dengan membawa sekira 4.200 paket spulkit. Tiap paket berisi peralatan belajar berupa tas, pensil, crayon, buku gambar, penggaris, dan lain sebagainya.

Felly mengatakan, paket peralatan belajar itu merupakan hasil donasi yang disisihkan dari gaji semua karyawan KPC, masing-masing Rp 100 ribu. Uang yang terkumpul sekira Rp 300 juta, dibelanjakan paket alat belajar tersebut sebanyak sekira 3.000 paket. Kemudian ditambah paket sejenis dari PMI Kutim sebanyak 1.200 paket.

"Bantuan dari keluarga besar KPC ini kami harap bisa membangkitkan semangat bersekolah warga Palu. Keikhlasan kami menaruh harapan, anak-anak Palu bisa menggapai cita-cita selayaknya anak di darah lain di Indonesia," ungkap lelaki yang merupakan bagian dari karyawan di departemen eksternal KPC itu.

Mewakili Ketua PMI Kutim Ismunandar, Kapala Markas PMI Kutim Wilhelmus menegaskan, PMI antar daerah intens berkoordinasi untuk membantu Palu bangkit pasca gempa dan tsunami. Nah, bantuan PMI Kutim, merupakan donasi yang dititip oleh masyarakat Kutim.

Lantas, Wilhelmus yang juga akrab disapa Ewil itu meyakini, bahwa tiap bantuan yang masuk lewat PMI bakal tersalurkan tepat sasaran. "Makanya, kami antar langsung, dibawa dari Kutim ke Palu untuk warga di pengungsian," ucap Ewil.

Kepala Sekolah SD pengungsian di Petobo, Mirnawati mengharapkan, tiap bantuan yang datang dapat membuat semua anak di pengungsian semakin bertambah semangat belajar. "Kami sangat bersyukur atas berbagai bantuan yang datang, termasuk dari KPC dan PMI Kutim. Sebab, pendidikan sagat penting dan bermanfaat, tak boleh terhenti," ucap perempuan yang juga kepala sekolah SD Islam Al Akbar Petobo itu.

Dia mengaku, saat ini memang peralatan belajar yang sangat diperlukan. Tidak adanya gedung sekolah, jangan sampai membuat pendidikan terhambat. "Saat ini, yang diperlukan tapi belum kami miliki adalah seragam sekolah," ujar dia.

Diketahui, SD pengungsian di Petobo tersebut, merupakan gabungan dari lima sekolah yang terkena dampak gempa di kawasan Petobo. Yakni, SD 001 Petobo, SD 002, SD Inpres, SD Islam Iqro, dan SD Islam Al Akbar. (*)

Rabu, 31 Oktober 2018

Belajar Minum Kopi Sehat Bersama Imam Lutfi; "Stop Makan Nasi, Ngopi Jadi Energi Pengganti"



Tren minum kopi hitam tanpa gula sudah makin menjamur di se-antero Indonesia. Khusus di Sangatta, Kutai Timur, seorang pejabat pemerintah yang terkenal rutin mengampanyekan ngopi sehat tanpa gula, mau berbagi ilmunya.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Imam Sujono Lutfi, yang kesehariannya disibukkan dengan tugas sebagai kabag humas dan protokol Setkab Kutim, selalu menyempatkan menikmati biji kopi yang diracik sendiri, tanpa gula. Bisa dibilang, ke mana saja perginya, biji kopi dan alat peracik selalu tersiapkan di dalam tasnya.

Imam pun memberi kesempatan jurnalis Kaltim Post untuk melakukan perjalanan Sangatta-Samarinda, belum lama ini. Di dalam mobilnya, tampak terdapat butiran biji kopi di sebuah tempat khusus, bersama alat peracik kopi praktis, seukuran botol minuman yang mudah digenggam. Dalam perjalanan itu, banyak pengetahuan tentang kopi dibagikannya.

Sampai akhirnya berhenti di suatu warung makan, ketika menjelang senja. Imam seketika mengeluarkan “dapur” kopi pribadinya, lalu meracik biji kopi puntang --kopi asli dari Jawa Barat— kemudian meminta pelayan di warung menyeduhkannya.

Cara penyajian pun mengikuti arahan Imam. Yakni, air yang mendidih dengan ketinggian derajat tertentu, dimasukkan ke biji kopi yang sudah diracik menjadi bubuk. Tentu tanpa campuran gula. Ketika segelas air sudah penuh, diaduk hingga merata, kemudian wajib hukumnya langsung ditutup dengan penutup gelas.

Menurut Imam, kopi yang baru diseduh harus langsung ditutup agar cita rasa asli kopi tidak tergerus karena uap yang mengudara. “Kalau sudah disajikan dengan benar sesuai standar penyajian, kopi tanpa gula bakal terasa nikmat. Harus dinikmati untuk mengenal rasa kopi yang diseduh, dan lidah bakal mengerti arti kopi sesungguhnya, bahwa tanpa gula justru lebih nikmat,” ungkap Imam.



Sebelum menyeruput bersama, jurnalis media ini dibimbingnya agar tak terkena penyakit. Yaitu, menghindari makan nasi, atau setidaknya mengurangi. Sebab, nasi mengandung karbohidrat yang terdapat zat gula yang sangat tinggi. Jika kopi tanpa gula, tapi masih makan nasi, tentu tubuh masih terkontaminasi gula.

“Kalau gula dan kopi bercampur, respons tubuh manusia biasanya jantung berdebabr, atau syaraf bergetar, dan berbagai gangguan lainnya,” ungkap Imam yang juga merupakan sekretaris LDII Kutim itu.

Efek kopi yang sebenarnya, terang Imam, adalah membuat tubuh rileks. Jika belum merasakan rileks karena kopi tanpa gula, berarti diduga seseorang tersebut baru saja makan nasi. “Syarat tambahan, ketika meminum kopi usahakan didampingi meminum air putih yang cukup. Sebab, respons tubuh dan lidah akan lebih netral,” imbuh lelaki yang juga sekretaris IPSI Kutim itu.

Dirinya mengaku, sudah setahun belakangan berhenti makan nasi. Mungkin, hanya sesekali jika menghadiri acara makan. Tanpa nasi, Imam meyakini, energi tubuhnya tetap kuat dengan bantuan asupan kopi tanpa gula. “Kopi membuat rileks, dan memberi tenaga tambahan. Buktinya, sampai saat ini saya tetap merasa sehat, karena ini salah satu jenis pola hidup sehat,” tukas dia. (*)




Selasa, 16 Oktober 2018

Menginspirasi !! Mujiono Si Penjual Bakso Keliling Sangatta yang Taat Pajak, Berani Hidup Keras, Anaknya Kini Sekolah Polisi


----Mujiono (kiri) dan Misinem, saat berbincang dengan Raymond di kediamannya sebelum berjualan keliling, Selasa (16/10)----


Orang-orang yang kaya dan berpenghasilan besar harus malu terhadap penjual bakso keliling asal Sangatta, Kutai Timur satu ini. Meski Mujiono berpenghasilan tak sebesar pengusaha besar, dia taat membayar pajak tiap bulan.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Cukup jauh dari pusat kota Sangatta, Kaltim Post  bersama Parlin staf KP2KP Sangatta mengunjungi kediaman Mujiono di Jalan Rawa Gabus, Gang Naga, Kecamatan Sangatta Selatan. Lelaki berusia 47 tahun tersebut sedang bersiap untuk pergi jualan bakso keliling. Namun dia mau berbaik hati untuk berbagi kisah hidupnya yang menginspirasi karena taat pajak.

Wawancara pun berlangsung, sembari menyantap hidangan bakso yang disiapkan Mujiono dan istrinya, Misinem (38), di rumah betonnya yang seluas sekira 10 x 15 meter yang dalam proses pembangunan itu. Bakso berkomposisi 3/4 daging banding 1/4 kanji itu, memiliki rasa yang khas, sehingga dia terkenal di beberapa tempat di Sangatta. Pola penjualannya panggilan by phone oleh pelanggandi sela jadwalnya berkeliling, pukul 11.00-18.00 Wita.

Mujiono mengisahkan, dirinya mulai rajin membayar pajak sejak setahun lalu. Saat itu, dirinya dan Misinem mengajukan pinjaman uang ke perbankan untuk kepeluan membangun rumah. Setelah melalui berbagai tahap, dirinya mendapat persetujuan. Syaratnya, harus bayar pajak penghasilan. Namun, itu hanya sekali.

“Tapi setelah itu, kami jadi keterusan. Tiap bulan kami bayar terus pajak. Sampai sekarang jadi kebiasaan,” ujar lelaki berpenghasilan bersih rata-rata Rp 5 juta per bulan dari jualan bakso tersebut.
Dirinya pun diundang ke acara pengapresiasian terhadap para wajib pajak yang terdiri dari kalangan pengusaha besar, di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara. Yakni, setelah dia berkontribusi ikut serta dalam pemecahan rekor muri pembayaran pajak masal di Kutim, Kamis (11/10).
Mujiono berpendapat, saat ini perekonomian terasa sangat lesu. Itu terlihat dari penjualannya, di mana dulunya bakso Mujiono bisa langsung habis terjual dalam tiga jam per hari, kini memelukan waktu siang hingga magrib.
Pun begitu, kerja keras Mujiono kini berbuah banyak. Salah satunya, dirinya sukses menyekolahkan anak pertamanya, Wahyu Anggara (18). Hasil menjual bakso, telah membuat sang anak masuk sekolah polisi negara (SPN) di Balikpapan, bintara, secara murni kerja keras.
Wahyu, ujar Mujiono, sejak kecil memang suka ikut kegiatan lapangan yang memerlukan tenaga banyak. Beberapanya, dipercaya menjadi pasukan pengebar bendera saat upacara resmi 17 Agustus, juga sempat praktek kerja lapangan (PKL) di Polres Kutai Timur.  Sementara anak kedua kedua, Dina Kolifatu Rizki (7), masih bersekolah di SD 001 Sangatta Selatan.
Namun perlu diketahui, semua kerja keras lelaki asal Banyuwangi, Jawa Timur itu, bukan semata-mata hasil keringatnya. Dukungan istrinya, Misinem, jadi hal yang tak terlepaskan. Perempuan yang juga berasal dari Banyuwangi itu kini membantu keuangan keluarga melalui jasa pijat atau dikenal orang lokal dengan sebutan urut.

Mereka punya kisah yang tak terlupakan. Awal perjumpaan kedua pasangan tersebut bermula di kampung halamannya. Mereka hidup dengan bercocok tanam, memanen buah semangka dan melon untuk kemudian dijual. Namun apa daya, karena soal ekonomi, Mujiono terpaksa merantau ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bekerja di perusahaan plywood, selama 12 tahun.

Setelah mengumpulkan sejumlah modal dan banyak asam garam pengalaman, Mujiono kembali ke Banyuwangi, lalu menikahi Misinem pada 1997. Perempuan itu pun diajak pergi ke Kalsel, selama tiga tahun. Namun, setelah itu mereka kembali ke Banyuwangi, sementara sang istri mengadu nasib jadi tenaga kerja wanita (TKW) resmi di Malaysia selama dua tahun, dan di Taiwan lima tahun. Anak pertamanya ditinggal di kampung, dirawat oleh keluarga.

Misinem mengatakan, setelah lama bekerja di luar negeri, dia dan suami akhirnya mencoba merantau lagi, ke Sangatta pada 2012. Itu atas saran tetangganya, karena dijanjikan akan ada pekerjaan bergaji Rp 2 juta per bulan. “Ternyata bohongan saja, tidak ada kami mendapat kerja. Jadi akhirnya saya mencoba untuk membuka usaha jualan makanan ringan di Gang Seruni (Jalan Sulawesi, Sangatta). Sementara suami saya kerja bangunan,” kenang dia.

Beberapa perjuangan, lanjut Misinem, ketika Mujiono berangkat kerja bangunan dengan sepeda ontel pemberian teman. “Saat sampai lampu merah (traffic lightgear sepedanya lepas. Jadi sampai tidak bisa jalan lagi,” ucapnya tertawa bersama.

Sebelum empat tahun bermukim di kediaman sekarang, pasangan suami istri tersebut mengaku sempat mengontrak rumah di kawasan Sangatta Selatan yang karib disebut Sangatta Lama, sekitar pinggir jalan, dengan harga yang dianggapnya mahal. Yakni, Rp 1,8 juta per bulan, hanya tempat petak satu kamar. Mengontrak selama setahun, saat itulah Misimen mulai menjual bakso.

Jadi, lanjut dia, ketika pagi menjual makanan sarapan sejenis nasi kuning dan pecel, lanjut menjual bakso pukul 09.00-22.00 Wita. “Kalau bapak (Mujiono) sudah pulang kerja bangunan pukul 17.00 Wita, kami gantian. Bapak yang jualan, saya kerja urut orang,” papar dia. (*)

Selasa, 25 September 2018

Ini Avrum, Putra Asli Kutim yang Nilainya di IGCSE Tertinggi Se-Dunia, Sudah Ciptakan Mesin Air Bersih di Pedalaman, Buatkan Tangan-Kaki Disabilitas


Lahir dan dibesarkan di Jakarta, Avrum Noor (foto atas : kiri berkaca mata) tak pernah lupa asal-usulnya sebagai putra daerah Kutai Timur. Dari tangannya, telah banyak lahir teknologi dan inovasi canggih yang bermanfaat untuk bangsa, terutama bagi daerah tertinggal seperti tempat asal-usulnya, Kutim.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Anak dari pasangan Santos Ibrahim Noor dan Elizabeth Wisan itu ternyata serius dalam menjalankan aktivitas sosial.  Perjalanannya tak lepas dari filosofi dan pola didik orang tuanya. Avrum selalu mempunyai pandangan, bahwa ilmu yang dipelajarinya harus berguna bagi masyarakat secara langsung.

Pada usianya yang masih 17 tahun, telah banyak kegiatan sosial yang dilakukan Avrum. Kegiatan sosial Avrum Noor berawal dari menjadi bagian Youth Trasnformation pada 2015 lalu, menyelamatkan para korban perdagangan anak di India dan mendirikan Prima Touch Org. Yakni, suatu wadah bagi korban perdaganan anak untuk diberikan kesempatan mandiri. Yaitu, belajar membuat produk, seperti sabun mandi. Agar mereka punya keahlian dan bisa menjadi mata pencaharian. Avrum juga pendiri Prima Touch Indonesia.

Santos mengatakan, sewaktu usianya 15 tahun Avrum memeroleh nilai tertinggi di Indonesia sekaligus dunia untuk international general certificate of secondary education (IGCSE) dalam mata pelajaran matematika dan kimia. Tak sampai di situ, dia juga mencoba menciptakan water filtration system, yaitu sistem penyaringan air bersih untuk sekolah di pedalaman.

“Ciptaannya itu berawal dari tidak layaknya kondisi air bersih di SD yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit tempat saya bekerja. Akhirnya dia mencoba membuat water filtration system dari bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar lokasi,” ungkap Santos.

Sementara menurut Avrum, alat ciptaannya tersebut sudah digunakan di empat sekolah yang berada di pedalaman Kaltim. Yaitu SD Teladan Prima 01 di Talisayan Estate (Berau), SD Teladan Prima Benua Baru di Benua Baru Estate (Kutim), dan SD Filial 008 Kaubun di Bukit Permata Estate (Kutim).

Avrum juga memberikan informasi mengenai cara pembuatan dan contoh gambar water filtration system secara cuma-cuma di www.cleanwaterindonesia.com, supaya semua orang dapat membuatnya serta merasakan air bersih dengan lebih mudah dan murah.


Pada masa akhir SMA sebelum masuk universitas, Avrum mendirikan Limbcarnation Prosthetic (suatu klub sekolah yang dibentuk untuk merancang prosthetic dengan menggunakan teknologi 3D Printer). Avrum mengaku, dia sendiri yang mendesain dan membuat tangan serta kaki untuk anak-anak kurang mampu. Termasuk juga orang-orang dewasa yang berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan (disabilitas) atau mengalami kecelakaan sehingga tangan dan kaki lumpuh.




Dia mempersilahkan siapa saja untuk mengetahui informasi lebih detil mengenai kegiatannya di www.limbcarnationprosthetics.org. (*)

Selasa, 18 September 2018

Family Gathering 1 Muharram, LDII Kutim Makin Solid


SANGATTA - Warga DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kutai Timur memiliki berbagai cara untuk memperkuat kerukunan dan kekompakan. Pada bulan ini, organisasi keagamaan tersebut melakukannya melalui rangkaian gathering family.

Kegiatan keakraban antar keluarga tersebut dibalut berbagai permainan yang melibatkan semua peserta. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan halaman Masjid Ulul Albab, Jalan Permai Raya, Kecamatan Sangatta Utara, pada Selasa (11/9) tersebut, berlangsung lancar.

Adapun permainan yang diperlombakan antara lain, lari balap karung, tarik tambang, dan bola sendok. Selain itu, ada lomba cocoklogi, yaitu permainan yang mencocokan jawaban antata suami dan istri.


Ketika matahari memuncak sampai tepat di atas kepala, acara dilanjut dengan makan siang bersama. Para pemenang lomba diumumkan oleh pembaca acara, H Siswahyudi. Kemudian mereka diberikan beberapa hadiah menarik.

Ketua DPD LDII Kutim KH Muflihun menjelaskan, acara yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram tersebut, untuk meningkatkan keakraban antar sesama warga LDII. "Kami harap melalui family gathering ini warga LDII terkhususnya di Kutim, bisa makin rukun, kompak, dan memiliki kerja sama yang baik," ungkap Muflihun. (*)

Minggu, 26 Agustus 2018

Makan Buah Saat Perut Kosong, Dapatkan Kesehatan Seperti Inj

🍒 MAKAN BUAH DI PERUT KOSONG

*Pasien kanker seharusnya tidak mati ..*

*Ini akan membuka matamu*

*Baca hingga selesai dan kemudian kirimkan ke semua di daftar-e Anda*

*Saya baru saja melakukannya*

Dr Stephen Mak merawat pasien kanker stadium akhir dengan cara *"tidak ortodoks"* dan banyak pasien yang sembuh.

*Sebelum dia menggunakan energi matahari untuk membersihkan penyakit pasiennya, dia percaya pada penyembuhan alami di tubuh terhadap penyakit*

*Lihat artikelnya di bawah ini.*

*"Ini adalah salah satu strategi untuk menyembuhkan kanker. Akhir-akhir ini, tingkat keberhasilan saya dalam menyembuhkan kanker adalah sekitar 80%."*

*Pasien* kanker seharusnya tidak mati.
*Obat untuk kanker sudah ditemukan dalam cara kita makan buah-buahan.*

*"Itu apakah kamu percaya atau tidak."*

*Aku minta maaf atas ratusan pasien kanker yang meninggal di bawah perawatan konvensional.*

*MAKAN BUAH*

*Kita semua berpikir makan buah-buahan berarti hanya membeli buah-buahan, memotongnya dan memasukkannya ke mulut kita*

Itu tidak semudah yang kamu pikirkan. Sangat penting untuk mengetahui *bagaimana dan kapan* untuk memakan buah.

*Apa cara makan buah yang benar*

*ITU BERARTI TIDAK MAKAN BUAH SETELAH MAKAN ANDA*

*BUAH-BUAHAN SEHARUSNYA MAKAN DI PERUT KOSONG*

*Jika Anda makan buah dengan perut kosong, itu akan memainkan peran utama untuk detoksifikasi sistem Anda, memberikan Anda banyak energi untuk menurunkan berat badan dan aktivitas kehidupan lainnya*

*FRUIT ADALAH MAKANAN YANG PALING PENTING*

*Katakanlah Anda makan dua potong roti dan kemudian sepotong buah*

*Sepotong buah siap untuk pergi langsung melalui perut ke usus, tetapi itu dicegah dari melakukannya karena roti yang diambil sebelum buah*

*Sementara itu seluruh makanan roti & buah-buahan membusuk dan berfermentasi dan berubah menjadi asam*

*Saat buah itu bersentuhan dengan makanan di perut dan cairan pencernaan, seluruh massa makanan mulai rusak.*

Jadi silakan makan buah Anda dengan *perut kosong* *atau sebelum makanan Anda*

*Anda telah mendengar orang-orang mengeluh:*

Setiap kali saya makan *semangka* 🍉 saya bersendawa, ketika saya makan *durian* 🍈 perut saya membengkak, ketika saya makan *pisang* 🍌 saya merasa seperti lari ke toilet, dll. Dll ..

*Sebenarnya semua ini tidak akan timbul jika Anda  memakan buah dengan perut kosong.*

*Buahnya bercampur dengan pembusukan makanan lain dan menghasilkan gas dan karenanya Anda akan mengasapi*

Rambut beruban, rambut rontok, botak, ledakan gugup dan lingkaran hitam di bawah mata semua ini akan *TIDAK* *terjadi jika Anda mengambil buah dengan perut kosong.*

*Tidak ada yang namanya buah-buahan, seperti jeruk 🍊 dan lemon 🍋 bersifat asam, karena semua buah menjadi alkalin di dalam tubuh kita, menurut Dr. Herbert Shelton yang melakukan penelitian tentang hal ini.*

*Jika Anda telah menguasai cara makan buah yang benar, Anda memiliki RAHASIA keindahan, umur panjang, kesehatan, energi, kebahagiaan, dan berat badan normal.*

Saat Anda perlu minum jus buah - *minumlah jus buah segar,* *BUKAN* dari kaleng, bungkus atau botol.

*Jangan* bahkan minum jus yang sudah dipanaskan.

*Jangan makan buah yang dimasak karena Anda tidak mendapatkan nutrisi sama sekali*

Anda hanya mendapatkan rasanya.
*Cooking menghancurkan semua vitamin.*

*Tetapi makan buah utuh lebih baik daripada minum jus*

Jika Anda harus * minum jus buah segar *, minumlah dengan mulut penuh dengan perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur dengan air liur Anda sebelum menelannya*

*Anda bisa mengonsumsi buah 3 hari dengan cepat untuk membersihkan atau mendetoksifikasi tubuh Anda*

*Hanya makan buah dan minum jus buah segar selama 3 hari.*

*Dan Anda akan terkejut ketika teman-teman Anda memberi tahu Anda betapa cantiknya Anda*

*Buah kiwi:*
Kecil tapi kuat.
*Ini adalah sumber potasium, magnesium, vitamin E & serat yang baik kandungan* *vitamin C-nya dua kali lipat dari jeruk.*

*APPLE* 🍎🍏
Satu apel sehari dapat menghindarkan dari penyakit?
*Meskipun apel memiliki kandungan vitamin C yang rendah, ia memiliki antioksidan & flavonoid yang meningkatkan aktivitas vitamin C sehingga membantu menurunkan risiko kanker usus besar, serangan jantung & stroke.*

*STRAWBERRY* 🍓🍓
Buah Pelindung.
*Stroberi* memiliki kekuatan antioksidan total tertinggi di antara buah-buahan utama & *mencegah tubuh dari penyebab kanker, penyumbatan pembuluh darah dan radikal bebas.*

*ORANGE* 🍊🍊
Obat paling manis.
*Mengkonsumsi 2-4 jeruk sehari dapat membantu batuk-pilek, menurunkan kolesterol, mencegah & melarutkan batu ginjal serta mengurangi risiko kanker usus besar.*

*WATERMELON* 🍉🍉
Coolest thirst quencher. Terdiri dari 92% air, itu juga dikemas dengan dosis glutathione raksasa, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

*Mereka juga merupakan sumber utama likopen yang memerangi oksidan kanker*
Nutrisi lain yang ditemukan dalam *semangka* 🍉 _are Vitamin C & Potassium._

*GUAVA & PAPAYA* 🍑🍑
Penghargaan teratas untuk vitamin C. Mereka adalah pemenang yang jelas untuk konten vitamin C tinggi mereka.

*Jambu biji* juga kaya serat, yang membantu mencegah konstipasi.

*Pepaya* kaya akan karoten; ini bagus untuk mata Anda.

*Minum air DINGIN atau minuman setelah makan = KANKER*

Bisakah kamu percaya ini?

*Bagi yang suka minum air dingin atau minuman dingin, artikel ini berlaku untuk Anda*

*Sangat menyenangkan untuk memiliki secangkir air dingin atau minuman dingin setelah makan*

*Namun, air dingin atau minuman akan memantapkan hal-hal berminyak yang baru saja Anda makan*

_Ini akan memperlambat pencernaan.

Setelah ini * 'sludge' bereaksi dengan asam *, itu akan rusak dan * diserap oleh usus lebih cepat daripada makanan padat.*

_Ini akan melapisi usus._

*Segera, ini akan berubah menjadi FATS dan mengarah ke KANKER*

*Sebaiknya minum sup hangat atau air hangat setelah makan*

*Mari berhati-hati dan waspada. Semakin kita tahu, semakin besar peluang kita bisa bertahan hidup.*

*Seorang ahli jantung berkata:*
*jika setiap orang yang mendapat pesan ini & membagikannya kepada orang lain, Anda bisa yakin bahwa Anda akan menyelamatkan setidaknya satu kehidupan*

*salam persaudaraan*

*Jadi ayo lakukan* 😃😄

Rabu, 15 Agustus 2018

Persinas Asad Juara Umum II Kapolres Cup Kutim, Pendekarnya Diberi Hadiah Khusus


SANGATTA - Pendekar muda Persinas Asad menjuarai laga pencak silat lokal di Kutai Timur. Mereka mengharumkan nama perguruan dengan mendulang juara II umum di Kapolres Cup Kutim, 26-29 Juli 2018.

Kegaiatan yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG), Komplek Bukit Pelangi, Kecamatan Sangatta Utara itu, diikuti oleh sejumlah perguruan pencak silat Tanah Air. Persinas Asad pun menurunkan sejumlah atlet untuk berlaga di empat kelas.

Pada akhirnya, pendekar Persinas Asad memeroleh 11 medali. Yakni, lima emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Itu terbagi dari beberapa kelas tanding, yaitu kelas putra, putri, seni, dan beregu. (selengkapnya lihat grafis)

Ketua Persinas Asad Kutai Timur H Muhammad Naim menyatakan, untuk menghargai para pendekar yang meraih prestasi, pihaknya menghadiahkan uang pembinaan kepada masing-masing atlet.

"Alhamdulillah, dari sejumlah kelas yang kami ikuti semuanya dapat medali. Kami juga bersyukur bisa mendapat juara umum 2. Semoga Allah menjadikan Persinas Asad semakin yoni, guna, wibawa, jaya, dan mulia," ucap Naim. (*)

Pendekar Persinas Asad yang Juara di Kapolres Cup Kutim:

Kelas Tanding Putra:
1. Kelas A, Maulana (emas)
2. Kelas B, Kelip (perunggu)
3. Kelas C, Egi (emas)
4. Kelas D, Rafa (perunggu)
5. Kelas E, Robet (perunggu)
6. Kelas F, Riyan (Perak)
7. Kelas G, Agil (perak )

Kelas Tanding Putri:
8. Kelas B, Yuri (emas)

Kelas Tanding Seni:
9. Tunggal Putra, Zaky (emas)
10. Tunggal Putri, Yuri (perak)

Kelas Tanding Beregu:
Putra, Bintang, Adi, Mikael (emas)

Jumat, 13 Juli 2018

Dijaga Aparat, Tahu Sumedang Bukit Soeharto Tutup Sementara


BALIKPAPAN - Rumah Makan Tahu Sumedang di Bukit Soeharto tutup sementara. Padahal banyak masyarakat yang ingin makan dan beristirahat di tempat tersebut.

Seperti terpantau hari ini, beberapa pengunjung yang bersiap menikmati kenyamanan di rumah makan tersebut terpaksa tancap gas. Polisi terlihat berjagaan di depannya, seakan ada masalah besar di sana.

Di depan rumah makan itu, terpampang pengumuman "pelanggan yang terhormat, kami RM Tahu Sumedang untuk sementara tutup (dalam proses perizinan). Terima kasih".

Sebenarnya, langkah pemerintah terlambat 10 tahun. Salah satu opini yang tercipta di masyarakat kini, RM Tahu Sumedang ditutup karena usahanya sudah sukses, dan orang akan mencari cara agar keberhasilan itu sirna.

Berkomentar di media belum lama ini, Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Wahyu Widhi Heranata mengatakan, pemprov menghentikan operasional RM Tahu Sumedang yang berlokasi di Km 48, jalan poros Balikpapan-Samarinda, sebab penertiban kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura).

Menurut dia, penutupan dilakukan lantaran RM Tahu Sumedang beroperasi secara ilegal di kawasan Tahura Bukit Soeharto. Penutupan ini dilakukan hingga RM Tahu Sumedang bekerjasama dengan Dishut Kaltim.

"RM Tahu Sumedang sudah 10 tahun beroperasi. Tapi, tidak pernah berkontribusi kepada pemerintah," tegas Wahyu.

Penutupan RM Tahu Sumedang ini, lanjut Wahyu, merupakan langkah awal penertiban di kawasan Tahura. "Karena Tahu Sumedang yang besar, lainnya nanti menyusul," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan Anda? 

Minggu, 08 Juli 2018

Jalan Sehat yang Harus Kamu Ikuti Minggu Ini

SANGATTA - Kutai Timur yang biasa sepi akan dunia hiburan, bakal terhibur. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim bersama Kaltim Post menggelar jalan sehat bertaraf provinsi. Ini bakal seru.

Siapa saja boleh bergabung pada kegiatan yang akan dihelat di Sangatta, pada Minggu (15/7). Biayanya gratis loh. Masyarakat hanya perlu mendaftarkan diri langsung ke Kantor Biro Katim Post Kutim, Jalan APT Pranoto, Nomor 04, Sangatta Utara.

Event Organizer Jalan Sehat Harganas, Sutik Anik menjelaskan, kegiatan tersebut memperingati hari keluarga nasional (haganas) XXV 2018. Acara ini bertema 'cinta keluarga-cinta terencana-cinta Indonesia'.

"Kami membagikan doorprize khusus bagi peserta yang beruntung. Yaitu berupa motor matic, kulkas, mesin cuci, televisi, kipas angin, magic jar, dispenser, dan lainnya," ungkap Sutik.

Dia menyatakan, siapa saja berpeluang menang. "Kami harap, dengan jalan sehat bersama, kekeluargaan masyarakat di Kutim menjadi semakin erat, dan tubuh pun menjadi sehat. Semoga banyak manfaat yang bisa diperoleh," ulasnya.

Adapun jalur jalan sehat, terang Sutik, saat ini masih dalam pemantapan. Kegiatan akan berpusat di Taman Bersemi (eks Lapangan STQ). "Yang jelas, tak akan menyulitkan peserta, namun tetap bikin bugar," imbuh perempuan itu. (*)


Senin, 18 Juni 2018

Siapa Bilang Petugas Kebersihan Libur Mengangkut Sampah saat Lebaran??!!


SANGATTA - Masyarakat Kutai Timur sempat diimbau untuk tidak membuang sampah pada Idulfitri pertama dan kedua, agar petugas kebersihan bisa menikmati Lebaran. Ternyata hal itu hanya sebatas imbauan.

Pasukan kuning tetap bekerja layaknya hari biasa. Masyarakat tak bisa diminta untuk menimbun sampah di rumah. Produksi sampah yang meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri membuat petugas harus terus menjalankan amanah pekerjaannya.

Pengawas Pengangkutan Sampah UPT Kebersihan Kecamatan Sangatta Utara, Usman Natsir mengungkapkan, hal tersebut menjadi tantangan bagi petugas kebersihan. Tanpa bisa menolak amanah yang diemban, waktu salat id pun dikorbankan untuk mengangkut sampah.

"Kami tidak menikmati Lebaran. Bahkan saya pribadi juga tak salat id. Sebab kondisi sampah meningkat drastis. Ini sudah biasa terjadi selama Ramadan dan Idulfitri dari tahun ke tahun," ujar lelaki yang mengaku tak pernah menikmati libur maupun cuti bersama saat bertugas di UPT Kebersihan sejak 2003 itu.


Usman menjelaskan, pada pagi hari Idulfitri, petugas kebersihan yang bertugas adalah yang beragama non islam. Kemudian petugas muslim kembali bekerja pada pukul 09.00 Wita. Sementara dirinya selaku pengawas harus berkorban untuk bekerja sejak awal pagi bersama anak buah yang lain.

Adapun waktu bekerja petugas kebersihan dalam sehari rata-rata sekira tujuh jam. Menurut data UPT Kebersihan, pada awal Ramadan produksi sampah di Sangatta meningkat hingga 30 persen. Sampai dua hari sebelum Idulfitri, produksi sampah semakin meningkat drastis.

"Soalnya warga meningkat juga aktivitas menjelang Lebaran. Konsumsi warga lebih dari biasanya saat hari besar tersebut," ujar dia.

Sebelumnya, Dinas Linkungan Hidup (DLH) Kutim mengedarkan surat imbauan, berisi ajakan agar masyarakat tidak membuang sampah pada Idulfitri selama dua hari. Hal itu tidak bisa dijalankan masyarakat. (*)

Minggu, 17 Juni 2018

Warga Sangatta Gantung Diri setelah Gagal Bujuk Istrinya Pulang


SANGATTA - Usai Idulfitri, seorang warga Sangatta, Kutai Timur, nekat mengakhiri hidupnya, Minggu (17/6) sekira pukul 14.00 Wita. Sungguh miris.

Hal itu terjadi setelah pemuda malang tersebut meminta istrinya pulang, namun permintaannya tak diindahkan. Aldiansyah (26) bunuh diri dengan cara menggantungkan tubuh dengan tali jemuran di ventilasi pintu rumah, di Gang Famili 3A, RT 24, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim.

Laki-laki tersebut merupakan karyawan swasta. Dia juga merupakan warga Jalan APT Pranoto, Gang Majai, RT 61, Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara.


Menurut kepolisian, kejadian bermula sejak Minggu sekira pukul 00.00 Wita. Saat itu, Aldiansyah menelpon istrinya yang berada di Kecamatan Bengalon untuk menyuruh pulang. Tapi istri korban dikabarkan tidak bisa pulang karena membawa anaknya yang berumur tujuh tahun.

Sampai sekitar pukul 12.00 Wita, Aldiansyah kembali menelpon istrinya untuk menyuruh pulang. Dia mengancam, apabila istrinya tidak mau pulang ke Sangatta, maka dia akan bunuh diri. Dia juga mengirimkan video yang memperlihatkan sedang berencana mau mengantung diri.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah menjelaskan, istrinya langsung menghubungi kakak dari pelaku bunuh diri, Slamet Rahadi (48), untuk mengecek rumah di Sangatta. Lantas, kemudian ditemukan Aldiansyah telah gantung diri di fentilasi pintu kamar.


Kemudian Slamet beserta saksi, Noorlaila (26), melakukan pertolongan pertama dan membawa ke rumah sakit swasta setempat, RSOHC, dan Aldiansyah dinyatakan meninggal dunia. Jasadnya langsung dibawa ke rumah duka di Gang Durian 3B, Desa Sanggatta Utara.

"Penyebab kejadian dan alasan bunuh diri masih dalam penyelidikan pihak kami," ungkap Yuliansyah. (*)

Jumat, 15 Juni 2018

Lebaran Kedua, Kantor Bupati Kutim Kebakaran


SANGATTA - Perayaan Idulfitri di Sangatta diwarnai sedikit musibah. Kantor Bupati Kutim kebakaran, Sabtu (16/6) sekira pukul 10.00 Wita.

Hal itu beredar cepat di media sosial (medsos). Banyak netizen bersimpati dengan berbagai komentar.

Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kutim, Joko Sutikno menjelaskan, api hanya menjilat sedikit bagian dari pusat pemerintahan di Kutim itu.

"Kebakaran hanya terjadi di satu bagian, yakni di Ruang Angsana. Apinya hanya membakar sampai saluran listrik saja, tidak sampai ke bagian lainnya," ungkap dia.

Ruang Angsana merupakan salah satu ruangan di lantai pertama dari tiga tingkat Kantor Bupati Kutim, di Komplek Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

Dia mengklaim, api tak sempat menghanguskan dinding dan ruangan tersebut. "Sudah kami amankan, dengan bantuan Satpol PP Kutim. Api padam dengan lekas," imbuh dia. (mon)


Selasa, 12 Juni 2018

Kejahatan Tidak Libur, Momen Lebaran Kutim Tetap Waspada


Tim gabungan yang dipimpin Kamil, Kasmidi, dan, Teddy terus berpatroli mengawasi setiap sudut Kutim melalui posko-posko supaya Idulfitri tahun ini berjalan lancar.

SANGATTA – Kejahatan tidak mengenal libur. Momen Lebaran tidak boleh dianggap aman sepenuhnya. Tim Gabungan di Kutai Timur terus meningkatkan pengamanan, mencegah musibah dan radikalisme, sampai ke pelosok.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Kutim, Kodim 0909/Sangatta, Lanal, Dishub, Satpol PP, Dinkes, PMI, Senkom, dan beberapa lainnya, terus menyiagakan Kutim dan sekitarnya. Tak sekedar pengamanan, bahkan disediakan pula tukang pijat gratis di posko mudik.

Tim Gabungan tersebut melakukan patroli khusus, mengitari Sangatta, sampai ke Jalan Poros Sangatta-Bengalon, sampai mendekati Bontang, yakni di Teluk Pandan, Selasa (12/6).


Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, pantauan sampai jauh ke Bengalon hingga Teluk Pandan, untuk memastikan kondusifitas lingkungan Kutim aman terkendali. Sebab banyak warga yang mudik ke luar daerah, karena Sangatta sebagian besar dihuni penduduk pendatang.

“Yang terpenting, masyarakat harus mengondisikan rumah-rumahnya supaya aman. Kemudian taat aturan lalu lintas saat mudik, melengkapi semua persyaratan berkendara supaya mencegah musibah,” ucap dia, di sela patroli.
Kasmidi berterimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat, dan mempersilahkan masyarakat untuk membantu mengamankan  kondusifitas Idulfitri.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menuturkan, sejauh ini kondisi di Kutim masih aman terkendali. Tidak ada tanda-tanda kriminalitas yang meresahkan, maupun radikalisme.

Nah, untuk pengamanan, ujar Teddy, ada enam posko pelayanan mudik yang telah disediakan, yang berguna untuk melayani pemudik dan mengamankan keadaan. Yakni, terdiri dari 200 personil yang tersebar hingga kecamatan-kecamatan se-Kutim yang berada di beberapa polsek. Posko tersebut berdiri sampai sepekan setelah Idulfitri.

Bahkan, lanjut Teddy, pihaknya akan menambah tiga posko untuk mengamankan lokasi wisata di Kutim. Namun, dilaksanakan setelah Lebaran. “Sebab, praktis keramaian lokasi wisata biasanya setelah Lebaran,” ungkap mantan Kapolres Penajam Paser Utara tersebut.

Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha menambahkan, kodim yang bersiaga 75 orang dalam pengamanan, akan berkoordinasi dengan Polres Kutim. Permukiman warga akan diamankan selama momen Lebaran bersama polres. (*)

Senin, 11 Juni 2018

Bupati Kutim Bukber di Masjid Al Akbar LDII, Saling Dukung Program


SANGATTA - Dalam rangkaian kegiatan Ramadan, Bupati Kutai Timur Ismunandar buka puasa bersama (bukber) dengan warga Marga Rukun dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kutai Timur, di Masjid Al Akbar, Sangatta Selatan, Kutim.

H Ismunandar menyatakan rasa syukurnya, sebab masih diberi kesempatan bukber bersama warga sepanjang Ramadan, dan kali ini bersama warga di Masjid Al Akbar LDII. Dia meminta agar warga terus mendukung program pemkab yang saat ini berjalan, supaya disukseskan bersama dengan perjuangan dan kesabaran.


“Meski saat ini negara sedang defisit, tapi tidak jadi alasan untuk bermalas-malasan. Mari kita bersama mendukung program pemerintaha, dan jangan menggerutu kepada pemimpin. Ayo kita doakan pemimpin di negeri ini, termasuk saya, semoga terus diberikan kesehatan oleh Allah sehingga bisa menyejahterakan masyarakat,” ungkap lelaki yang akrab disapa Ismu tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut istri Ismu Wakil Ketua II DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih, Ketua LDII Kutim KH Muflihun dan jajaran pengurusnya, dan Ketua Kerukunan Keluarga Kampung Hijau (K3H) Emi Wati beserta jajarannya.

Emi mengatakan, di lingkungan kampung tempat diadakan acara bukber tersebut terdapat beragam suku dan keyakinan. Namun warga sangat rukun dan saling menghargai. “Alhamdulillah kami berhasil menjembatani warga dengan pemerintah, sehingga banyak kegiatan kami sukses,” ucap Emi.


Ketua LDII Kutim KH Muflihun menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud kelancaran silaturahmi antara LDII dengan Pemkab Kutim, dan organisasi lain seperti K3H. LDII akan selalu berupaya agar ikatan silaturahmi tersebut terus terjalin erat.

“Ini merupakan bagian dari perintah agama, agar menjalin silaturahmi. Juga, merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap kerja pemerintah, sebab kami selalu mendukung program pemerintah, terkhususnya di Kutim,” papar Muflihun. (*)

Rabu, 06 Juni 2018

Mobil Listrik Deru Mesinnya Seperti Tamiya, Hemat Energi, Hadir di Sangatta



Bertahun-tahun, polusi kendaraan seakan menjadi hal lumrah di seantero jalanan Sangatta, Kutai Timur. Mobil listrik pun hadir, menjadi solusi bagi lingkungan Kota Tambang.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Bunyi kipas dinamo berderu dengan pasti, ketika mobil listrik (motrik) di-starter oleh Eko Prasetyo, di di Pos Ulin, lingkungan mine site, Komplek Perkantoran PT Kaltim Prima Coal (KPC), Rabu (6/6) pagi. “Lantunan” mesinnya mirip dengan suara mobil tamiya, halus dan tanpa asap.

Mengenakan safety belt, awak Kaltim Post duduk di bangku penumpang, bersama Eko yang menjadi sopir, dan tiga penumpang lainnya. Sambil mobil berjalan, Eko yang merupakan salah satu anggota tim kreasi motrik dari divisi MSD KPC, menceritakan bagaimana kendaraan itu bisa tercipta.

Motrik tersebut, ujar dia, sudah digagas sejak 2014. Perancangan dilakukan di sela jam kerja. “Bahkan kami sampai lembur malam. Ketika Ramadan 2016, kami mengerjakannya sampai pukul 00.00 Wita. Akhirnya kami bisa melakukan test drive pada 2016,” ujar dia.


Rupa interior-eksterior motrik yang dimodifikasi dari mobil bekas merk chevrolet blazer produksi 1999 tersebut, tak ada bedanya dengan mobil pada umumnya. Hanya komponen dapur pacunya yang dirangkai menjadi bertenaga ramah lingkungan.

Baterai menjadi part paling dominan dan mahal di antara semua komponen motrik tersebut. Dari total 48 baterai, masing-masing kapasitas listriknya sebesar 3,2 volt. Yakni, 10 batang di ruang engine, sisanya di tempat tangki bensin.

Dirincikannya, semua biaya pengembangan motrik tersebut menghabiskan biaya hampir Rp 300 juta. Dari total itu, 60 persennya habis untuk seperangkat perlengkapan baterai. Yakni, mencapai Rp 3 juta per baterai, semuanya diimpor dari Tiongkok.


Namun, terang Eko, motrik tersebut 47 persen lebih murah dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) biasa. Ditambah lagi, tak ada gas buang. Dalam perawatannya, motrik tidak berdampak limbah lingkungan dari oli bekasnya. Cukup dibersihkan dan diisi baterainya dengan charger paling lama sampai empat jam.

“Kami terpaksa mengimpor, sebab sangat sulit mencari baterai yang diperlukan dari Indonesia. Sama halnya dengan Amerika Serikat maupun Kanada yang masih mengambil baterai listrik tersebut dari negeri Tirai Bambu tersebut,” ulas dia.

Tak terasa, perjalanan dengan motrik pun usai. Setelah berkeliling di Komplek Perkantoran KPC, meski tak terlalu lama, pengalaman berkendara yang ramah lingkungan telah dirasakan.

Sejauh ini, terang Eko, jarak tempuh paling jauh bisa mencapai 40 kilometer (km) dengan kondisi baterai full. Sedangkan kecepatan maksimalnya dapat melaju sampai 100 km per jam.


Manager External KPC Yordhen Ampung mengatakan, keberadaan motrik tersebut sesuai dengan arahan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa bangsa ini memerlukan penggunaan energi terbarukan. “Motrik ini menjadi jawaban atas terbatasnya cadangan BBM dunia masa mendatang,” singkat Yordhen. (*)


Selasa, 05 Juni 2018

Korban Kebaran di Jalan Singa Karta Sangatta Langsung Disantuni

Purwanto (dua kanan), korban kebarakan di Jalan Singa Karta, Sangatta Utara, Kutim, langsung mendapat santunan sembako dari Slamet Riyadi (dua kiri). Giat ini pun turut didukung anggota Komisi D DPRD Kutim Herlang, karena sangat membantu korban.


SANGATTA – Kapolsek Sangatta Utara Iptu Slamet Riyadi dan Ketua Ranting Bhayangkari Sangatta Utara melaksanakan giat polisi peduli, dengan membagikan sembako kepada korban kebakaran. Ketua Fraksi Nurani Amanat Persatuan (NAP) DPRD Kutim Herlang mendukung kegiatan tersebut.

Slamet menjelaskan, pembagian sembako diserahkan kepada korban kebakaran, Purwanto (60), di Jalan Singa Karta, RT 55, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim). Giat tersebut juga dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-72. Sembako diserahkan pukul 11.00 Wita, enam jam setelah kebarakan selesai dipadamkan, kemarin (5/6).

“Memang benar, kebakaran tersebut baru saja terjadi (kemarin). Tapi, ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami sebagai figur kepolisian yang mengamankan dan mengayomi masyarakat,” ujar Slamet saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin siang.

Terpisah, Ketua Fraksi NAP dari Komisi D DPRD Kutim Herlang menuturkan, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Slamet dan jajarannya. Korban kebarakan harus diberi bantuan segera, karena harta bendanya hilang terbakar api.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memberi bantuan. Syukur saja Pak Kapolsek (Slamet) langsung merespons cepat memberi bantuan. Apapun bantuannya, bagi seorang yang terkena musibah kebakaran merupakan hal yang sangat berarti,” ungkap Herlang yang juga ketua Pemuda Panda Marga (PPM) Kutim.


Herlang pun mengimbau, agar masyarakat di Kutim lebih meningkatkan kewaspadaan pada Ramadan ini, supaya jangan terulang kejadian yang sama. “Warga perlu berhati-hati dalam menggunakan lilin sebagai penerangan. Mari kita cegah bersama musibah di Kutim ini dengan meningkatkan kewaspadaan,” imbau Herlang. (*)