Senin, 18 Juni 2018

Siapa Bilang Petugas Kebersihan Libur Mengangkut Sampah saat Lebaran??!!


SANGATTA - Masyarakat Kutai Timur sempat diimbau untuk tidak membuang sampah pada Idulfitri pertama dan kedua, agar petugas kebersihan bisa menikmati Lebaran. Ternyata hal itu hanya sebatas imbauan.

Pasukan kuning tetap bekerja layaknya hari biasa. Masyarakat tak bisa diminta untuk menimbun sampah di rumah. Produksi sampah yang meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri membuat petugas harus terus menjalankan amanah pekerjaannya.

Pengawas Pengangkutan Sampah UPT Kebersihan Kecamatan Sangatta Utara, Usman Natsir mengungkapkan, hal tersebut menjadi tantangan bagi petugas kebersihan. Tanpa bisa menolak amanah yang diemban, waktu salat id pun dikorbankan untuk mengangkut sampah.

"Kami tidak menikmati Lebaran. Bahkan saya pribadi juga tak salat id. Sebab kondisi sampah meningkat drastis. Ini sudah biasa terjadi selama Ramadan dan Idulfitri dari tahun ke tahun," ujar lelaki yang mengaku tak pernah menikmati libur maupun cuti bersama saat bertugas di UPT Kebersihan sejak 2003 itu.


Usman menjelaskan, pada pagi hari Idulfitri, petugas kebersihan yang bertugas adalah yang beragama non islam. Kemudian petugas muslim kembali bekerja pada pukul 09.00 Wita. Sementara dirinya selaku pengawas harus berkorban untuk bekerja sejak awal pagi bersama anak buah yang lain.

Adapun waktu bekerja petugas kebersihan dalam sehari rata-rata sekira tujuh jam. Menurut data UPT Kebersihan, pada awal Ramadan produksi sampah di Sangatta meningkat hingga 30 persen. Sampai dua hari sebelum Idulfitri, produksi sampah semakin meningkat drastis.

"Soalnya warga meningkat juga aktivitas menjelang Lebaran. Konsumsi warga lebih dari biasanya saat hari besar tersebut," ujar dia.

Sebelumnya, Dinas Linkungan Hidup (DLH) Kutim mengedarkan surat imbauan, berisi ajakan agar masyarakat tidak membuang sampah pada Idulfitri selama dua hari. Hal itu tidak bisa dijalankan masyarakat. (*)

Minggu, 17 Juni 2018

Warga Sangatta Gantung Diri setelah Gagal Bujuk Istrinya Pulang


SANGATTA - Usai Idulfitri, seorang warga Sangatta, Kutai Timur, nekat mengakhiri hidupnya, Minggu (17/6) sekira pukul 14.00 Wita. Sungguh miris.

Hal itu terjadi setelah pemuda malang tersebut meminta istrinya pulang, namun permintaannya tak diindahkan. Aldiansyah (26) bunuh diri dengan cara menggantungkan tubuh dengan tali jemuran di ventilasi pintu rumah, di Gang Famili 3A, RT 24, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim.

Laki-laki tersebut merupakan karyawan swasta. Dia juga merupakan warga Jalan APT Pranoto, Gang Majai, RT 61, Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara.


Menurut kepolisian, kejadian bermula sejak Minggu sekira pukul 00.00 Wita. Saat itu, Aldiansyah menelpon istrinya yang berada di Kecamatan Bengalon untuk menyuruh pulang. Tapi istri korban dikabarkan tidak bisa pulang karena membawa anaknya yang berumur tujuh tahun.

Sampai sekitar pukul 12.00 Wita, Aldiansyah kembali menelpon istrinya untuk menyuruh pulang. Dia mengancam, apabila istrinya tidak mau pulang ke Sangatta, maka dia akan bunuh diri. Dia juga mengirimkan video yang memperlihatkan sedang berencana mau mengantung diri.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah menjelaskan, istrinya langsung menghubungi kakak dari pelaku bunuh diri, Slamet Rahadi (48), untuk mengecek rumah di Sangatta. Lantas, kemudian ditemukan Aldiansyah telah gantung diri di fentilasi pintu kamar.


Kemudian Slamet beserta saksi, Noorlaila (26), melakukan pertolongan pertama dan membawa ke rumah sakit swasta setempat, RSOHC, dan Aldiansyah dinyatakan meninggal dunia. Jasadnya langsung dibawa ke rumah duka di Gang Durian 3B, Desa Sanggatta Utara.

"Penyebab kejadian dan alasan bunuh diri masih dalam penyelidikan pihak kami," ungkap Yuliansyah. (*)

Jumat, 15 Juni 2018

Lebaran Kedua, Kantor Bupati Kutim Kebakaran


SANGATTA - Perayaan Idulfitri di Sangatta diwarnai sedikit musibah. Kantor Bupati Kutim kebakaran, Sabtu (16/6) sekira pukul 10.00 Wita.

Hal itu beredar cepat di media sosial (medsos). Banyak netizen bersimpati dengan berbagai komentar.

Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kutim, Joko Sutikno menjelaskan, api hanya menjilat sedikit bagian dari pusat pemerintahan di Kutim itu.

"Kebakaran hanya terjadi di satu bagian, yakni di Ruang Angsana. Apinya hanya membakar sampai saluran listrik saja, tidak sampai ke bagian lainnya," ungkap dia.

Ruang Angsana merupakan salah satu ruangan di lantai pertama dari tiga tingkat Kantor Bupati Kutim, di Komplek Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

Dia mengklaim, api tak sempat menghanguskan dinding dan ruangan tersebut. "Sudah kami amankan, dengan bantuan Satpol PP Kutim. Api padam dengan lekas," imbuh dia. (mon)


Selasa, 12 Juni 2018

Kejahatan Tidak Libur, Momen Lebaran Kutim Tetap Waspada


Tim gabungan yang dipimpin Kamil, Kasmidi, dan, Teddy terus berpatroli mengawasi setiap sudut Kutim melalui posko-posko supaya Idulfitri tahun ini berjalan lancar.

SANGATTA – Kejahatan tidak mengenal libur. Momen Lebaran tidak boleh dianggap aman sepenuhnya. Tim Gabungan di Kutai Timur terus meningkatkan pengamanan, mencegah musibah dan radikalisme, sampai ke pelosok.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Kutim, Kodim 0909/Sangatta, Lanal, Dishub, Satpol PP, Dinkes, PMI, Senkom, dan beberapa lainnya, terus menyiagakan Kutim dan sekitarnya. Tak sekedar pengamanan, bahkan disediakan pula tukang pijat gratis di posko mudik.

Tim Gabungan tersebut melakukan patroli khusus, mengitari Sangatta, sampai ke Jalan Poros Sangatta-Bengalon, sampai mendekati Bontang, yakni di Teluk Pandan, Selasa (12/6).


Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, pantauan sampai jauh ke Bengalon hingga Teluk Pandan, untuk memastikan kondusifitas lingkungan Kutim aman terkendali. Sebab banyak warga yang mudik ke luar daerah, karena Sangatta sebagian besar dihuni penduduk pendatang.

“Yang terpenting, masyarakat harus mengondisikan rumah-rumahnya supaya aman. Kemudian taat aturan lalu lintas saat mudik, melengkapi semua persyaratan berkendara supaya mencegah musibah,” ucap dia, di sela patroli.
Kasmidi berterimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat, dan mempersilahkan masyarakat untuk membantu mengamankan  kondusifitas Idulfitri.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menuturkan, sejauh ini kondisi di Kutim masih aman terkendali. Tidak ada tanda-tanda kriminalitas yang meresahkan, maupun radikalisme.

Nah, untuk pengamanan, ujar Teddy, ada enam posko pelayanan mudik yang telah disediakan, yang berguna untuk melayani pemudik dan mengamankan keadaan. Yakni, terdiri dari 200 personil yang tersebar hingga kecamatan-kecamatan se-Kutim yang berada di beberapa polsek. Posko tersebut berdiri sampai sepekan setelah Idulfitri.

Bahkan, lanjut Teddy, pihaknya akan menambah tiga posko untuk mengamankan lokasi wisata di Kutim. Namun, dilaksanakan setelah Lebaran. “Sebab, praktis keramaian lokasi wisata biasanya setelah Lebaran,” ungkap mantan Kapolres Penajam Paser Utara tersebut.

Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha menambahkan, kodim yang bersiaga 75 orang dalam pengamanan, akan berkoordinasi dengan Polres Kutim. Permukiman warga akan diamankan selama momen Lebaran bersama polres. (*)

Senin, 11 Juni 2018

Bupati Kutim Bukber di Masjid Al Akbar LDII, Saling Dukung Program


SANGATTA - Dalam rangkaian kegiatan Ramadan, Bupati Kutai Timur Ismunandar buka puasa bersama (bukber) dengan warga Marga Rukun dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kutai Timur, di Masjid Al Akbar, Sangatta Selatan, Kutim.

H Ismunandar menyatakan rasa syukurnya, sebab masih diberi kesempatan bukber bersama warga sepanjang Ramadan, dan kali ini bersama warga di Masjid Al Akbar LDII. Dia meminta agar warga terus mendukung program pemkab yang saat ini berjalan, supaya disukseskan bersama dengan perjuangan dan kesabaran.


“Meski saat ini negara sedang defisit, tapi tidak jadi alasan untuk bermalas-malasan. Mari kita bersama mendukung program pemerintaha, dan jangan menggerutu kepada pemimpin. Ayo kita doakan pemimpin di negeri ini, termasuk saya, semoga terus diberikan kesehatan oleh Allah sehingga bisa menyejahterakan masyarakat,” ungkap lelaki yang akrab disapa Ismu tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut istri Ismu Wakil Ketua II DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih, Ketua LDII Kutim KH Muflihun dan jajaran pengurusnya, dan Ketua Kerukunan Keluarga Kampung Hijau (K3H) Emi Wati beserta jajarannya.

Emi mengatakan, di lingkungan kampung tempat diadakan acara bukber tersebut terdapat beragam suku dan keyakinan. Namun warga sangat rukun dan saling menghargai. “Alhamdulillah kami berhasil menjembatani warga dengan pemerintah, sehingga banyak kegiatan kami sukses,” ucap Emi.


Ketua LDII Kutim KH Muflihun menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud kelancaran silaturahmi antara LDII dengan Pemkab Kutim, dan organisasi lain seperti K3H. LDII akan selalu berupaya agar ikatan silaturahmi tersebut terus terjalin erat.

“Ini merupakan bagian dari perintah agama, agar menjalin silaturahmi. Juga, merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap kerja pemerintah, sebab kami selalu mendukung program pemerintah, terkhususnya di Kutim,” papar Muflihun. (*)

Rabu, 06 Juni 2018

Mobil Listrik Deru Mesinnya Seperti Tamiya, Hemat Energi, Hadir di Sangatta



Bertahun-tahun, polusi kendaraan seakan menjadi hal lumrah di seantero jalanan Sangatta, Kutai Timur. Mobil listrik pun hadir, menjadi solusi bagi lingkungan Kota Tambang.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Bunyi kipas dinamo berderu dengan pasti, ketika mobil listrik (motrik) di-starter oleh Eko Prasetyo, di di Pos Ulin, lingkungan mine site, Komplek Perkantoran PT Kaltim Prima Coal (KPC), Rabu (6/6) pagi. “Lantunan” mesinnya mirip dengan suara mobil tamiya, halus dan tanpa asap.

Mengenakan safety belt, awak Kaltim Post duduk di bangku penumpang, bersama Eko yang menjadi sopir, dan tiga penumpang lainnya. Sambil mobil berjalan, Eko yang merupakan salah satu anggota tim kreasi motrik dari divisi MSD KPC, menceritakan bagaimana kendaraan itu bisa tercipta.

Motrik tersebut, ujar dia, sudah digagas sejak 2014. Perancangan dilakukan di sela jam kerja. “Bahkan kami sampai lembur malam. Ketika Ramadan 2016, kami mengerjakannya sampai pukul 00.00 Wita. Akhirnya kami bisa melakukan test drive pada 2016,” ujar dia.


Rupa interior-eksterior motrik yang dimodifikasi dari mobil bekas merk chevrolet blazer produksi 1999 tersebut, tak ada bedanya dengan mobil pada umumnya. Hanya komponen dapur pacunya yang dirangkai menjadi bertenaga ramah lingkungan.

Baterai menjadi part paling dominan dan mahal di antara semua komponen motrik tersebut. Dari total 48 baterai, masing-masing kapasitas listriknya sebesar 3,2 volt. Yakni, 10 batang di ruang engine, sisanya di tempat tangki bensin.

Dirincikannya, semua biaya pengembangan motrik tersebut menghabiskan biaya hampir Rp 300 juta. Dari total itu, 60 persennya habis untuk seperangkat perlengkapan baterai. Yakni, mencapai Rp 3 juta per baterai, semuanya diimpor dari Tiongkok.


Namun, terang Eko, motrik tersebut 47 persen lebih murah dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) biasa. Ditambah lagi, tak ada gas buang. Dalam perawatannya, motrik tidak berdampak limbah lingkungan dari oli bekasnya. Cukup dibersihkan dan diisi baterainya dengan charger paling lama sampai empat jam.

“Kami terpaksa mengimpor, sebab sangat sulit mencari baterai yang diperlukan dari Indonesia. Sama halnya dengan Amerika Serikat maupun Kanada yang masih mengambil baterai listrik tersebut dari negeri Tirai Bambu tersebut,” ulas dia.

Tak terasa, perjalanan dengan motrik pun usai. Setelah berkeliling di Komplek Perkantoran KPC, meski tak terlalu lama, pengalaman berkendara yang ramah lingkungan telah dirasakan.

Sejauh ini, terang Eko, jarak tempuh paling jauh bisa mencapai 40 kilometer (km) dengan kondisi baterai full. Sedangkan kecepatan maksimalnya dapat melaju sampai 100 km per jam.


Manager External KPC Yordhen Ampung mengatakan, keberadaan motrik tersebut sesuai dengan arahan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa bangsa ini memerlukan penggunaan energi terbarukan. “Motrik ini menjadi jawaban atas terbatasnya cadangan BBM dunia masa mendatang,” singkat Yordhen. (*)


Selasa, 05 Juni 2018

Korban Kebaran di Jalan Singa Karta Sangatta Langsung Disantuni

Purwanto (dua kanan), korban kebarakan di Jalan Singa Karta, Sangatta Utara, Kutim, langsung mendapat santunan sembako dari Slamet Riyadi (dua kiri). Giat ini pun turut didukung anggota Komisi D DPRD Kutim Herlang, karena sangat membantu korban.


SANGATTA – Kapolsek Sangatta Utara Iptu Slamet Riyadi dan Ketua Ranting Bhayangkari Sangatta Utara melaksanakan giat polisi peduli, dengan membagikan sembako kepada korban kebakaran. Ketua Fraksi Nurani Amanat Persatuan (NAP) DPRD Kutim Herlang mendukung kegiatan tersebut.

Slamet menjelaskan, pembagian sembako diserahkan kepada korban kebakaran, Purwanto (60), di Jalan Singa Karta, RT 55, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim). Giat tersebut juga dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-72. Sembako diserahkan pukul 11.00 Wita, enam jam setelah kebarakan selesai dipadamkan, kemarin (5/6).

“Memang benar, kebakaran tersebut baru saja terjadi (kemarin). Tapi, ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami sebagai figur kepolisian yang mengamankan dan mengayomi masyarakat,” ujar Slamet saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin siang.

Terpisah, Ketua Fraksi NAP dari Komisi D DPRD Kutim Herlang menuturkan, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Slamet dan jajarannya. Korban kebarakan harus diberi bantuan segera, karena harta bendanya hilang terbakar api.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memberi bantuan. Syukur saja Pak Kapolsek (Slamet) langsung merespons cepat memberi bantuan. Apapun bantuannya, bagi seorang yang terkena musibah kebakaran merupakan hal yang sangat berarti,” ungkap Herlang yang juga ketua Pemuda Panda Marga (PPM) Kutim.


Herlang pun mengimbau, agar masyarakat di Kutim lebih meningkatkan kewaspadaan pada Ramadan ini, supaya jangan terulang kejadian yang sama. “Warga perlu berhati-hati dalam menggunakan lilin sebagai penerangan. Mari kita cegah bersama musibah di Kutim ini dengan meningkatkan kewaspadaan,” imbau Herlang. (*)

Senin, 04 Juni 2018

PPP Kutim Bukber bersama Anak Yatim, Canangkan Target 10 Kursi di Pileg 2019

Hj Encek UR Firgasih (kanan) memberi santunan kepada para anak yatim dalam acara buka puasa bersama.

SANGATTA - Dalam rangka berbagi rezeki dan mencari keberkahan Ramadan, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar acara buka puasa bersama anak yatim, Senin (4/5). Kegiatan berlangsung dengan lancar.

Kegiatan yang bertempat di Sekretariat DPC PPP Kabupaten Kutai Timur Jalan Poros Sangatta-Bontang KM 01 (Eks Jalan Abdul Moeis), Sangatta Selatan tersebut, menghadirkan beberapa ustaz.

Tak hanya berbuka, DPC PPP Kab Kutim memberikan santunan kepada para anak yatim. Bahkan, sebelumnya partai yang identik berwarna hijau tersebut juga membagikan takjil gratis kepada masyarakat yang berkendara di Simpang Tiga Jalan Pendidikan dan di Simpang Tiga Jalan APT Pranoto, Sangatta Utara.

Ketua DPC PPP Kab Kutim Hj Encek UR Firgasih mengatakan, sudah 12 tahun partainya rutin melaksanakan kegiatan bukber dengan anak yatim setiap tahun. Hal itu sudah menjadi tradisi, yang diharap mendatangkan keberkahan. Supaya rezeki menjadi bermanfaat bagi sesama.

"Kegiatan ini memang sudah kenjadi rutinitas tahunan bagi kami. Supaya saling berbagi untuk kita semua, dalam bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan rahmat Allah SWT," tutur Bunda --sapaan Encek.

Perempuan yang juga Bunda PAUD Kutim itu menyatakan banyak terimakasih kepada semua elemen yang terlibat dalam kesuksesan DPC PPP Kutim selama ini. Hal itu yang membuat partai menjadi kuat dan kompak.

Dia mengaku, telah menjalankan semua hal yang diamanatkan dalam Pancasila. "Pancasila pertama sampai kelima, sudah Bunda laksanakan. Ini artinya kami sudah sejalan dengan amanat bangsa," ucap perempuan yang meraih Bunda PAUD Nasional 2017 itu.

Encek berjanji, bakal merangkul semua ormas untuk terlibat dalam pembangunan daerah. "Seluruh kegiatan yang positif akan kami dukung," imbuh dia.

Melalui acara bukber tersebut, Encek mengumumkan, DPC PPP Kutim menargetkan 10 kursi pada pemilihan legislatif (pileg) 2019. Hal tersebut tidak muluk-muluk karena melihat sejarah PPP sebelumnya  pernah menjadi partai besar ketiga skala nasional dan menduduki jabatan tertinggi sebagai wakil presiden Republik Indonesia (RI).

Ketua Panitia Bukber, H Hasbullah Yusuf mengaku, kegiatan tersebut berjalan sesuai rencana, salat magrib terlaksana dengan baik di sela buka bersama, ditutup dengan sesi foto.

Koordinator Acara Uce Prasetyo pun turut memantau keberlangsungan acara. Semua aman terkendali. Meski tamu yang hadir sangat ramai, namun parkir kendaraan tidak membuat macet jalanan di depan Sekretariat DPC PPP Kutim. 

Uce turut berpartisipasi sebagai koordinator takjil, yaitu di beberapa titik, di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. (*)

Minggu, 03 Juni 2018

Wajah Bonyok di Sangkulirang Viral

SANGATTA- Desa Sempayau  Kecamatan Sangkulirang tadi malam heboh. Masyarakat mulai khawatir. Pasalnya,  dikabarkan ada seorang begal yang nekat mengajar korban. Belum diketahui siapa korban tersebut. Pastinya,  korban mengalami luka hebat. Paling serius dibagian wajah.  Pelipis,  hidung, dan bibirnya bocor.  Korban tak sadarkan diri.

"Pembekalan di Desa Sempayau Kecamatan Sangkulirang mudahan saja secepatnya ditangkap," ujar Budi Ansyah warga sekitar.

Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim, Polres Kutim, Yuliansyah. Katanya,  benar  ada korban pemukulan.Hanya saja,  dirinya membantah jika terjadi pembegalan.Yang benar ialah perkelahian antar pemuda. "Info begal salah. Itu salah info. Bukan begal. Yang benar adalah perkelahian,"  jelas Yuliansyah.

Dari perkelahian tersebut,  sudah ada yang ditetapkan tersangka. Tersangka sudah diamankan di Polsek Sangkulirang.  Hanya saja,  belum diketahui berapa orang dan atas nama siapa. Karena masih dalam tahap pengumpulan data.

"Tersangka sudah kami amankan. Jadi sekali lagi kami katakan bukan begal. Tetapi hanya perkelahian," katanya.

Saat ini,  keterlibatan tersangka atas pemukulan korban terus dialami. Dengan begitu,  Polres Kutim belum dapat memberikan keterangan lebih mendalam.

"Siang ini (3/5) baru pemeriksaan tersangka. Kalo sudah terbit penahanan baru bisa dipublikasikan semua.  Saat ini masih fokus pemeriksaan," jelasnya.

Sementara itu,   Kapolsek Sangkulirang
AKP Syamsu Alam saat dimintai keterangan tidak merespon pesan singkat yang dilayangkan media ini.  Meskipun,  pesan singkat sampai dan sudah diterima siang kemarin. (*)

Sabtu, 02 Juni 2018

Razia Temukan Banyak Oplosan Obat Batuk di Eks Kampus STAIS Sangatta


SANGATTA - Ramadan yang suci rupanya tidak menghalangi aktivitas buruk generasi penerus bangsa. Mabuk minuman oplosan seakan menjadi hal yang tak bisa ditinggalkan sebagian kalangan remaja di Sangatta, Kutai Timur.

Razia Polsek Sangatta bersama Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kutim dan Koramil 0909-01/Sangatta menemukan kelompok remaja sedang "pesta" di eks Kampus STAIS Sangatta, Jalan APT Pranoto, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (2/5) malam.

Kapolsek Sangatta Utara Iptu Slamet Riyadi menjelaskan, saat pihaknya melakukan razia, sekelompok remaja yang terdiri dari empat orang sedang menikmati jamuan minuman dari obat batuk bermerk. Namun, tidak semuanya berhasil diamankan.

"Saat kami pergoki, mereka kabur dengan cepat. Jadi, hanya dua remaja yang berhasil kami amankan. Namun hanya akan kami beri teguean dan pembinaam saja kepada mereka," ujar Slamet.

Ketua Granat Kutim Herlang menyatakan, razia tersebut dilakukan secara rutinitas, tak hanya sekali ini. Yakni, sebagai tindak lanjut dalam memberantas peredaran minuman keras dan oplosan di Kutim.

"Semakin sering dirazia, maka remaja yang melakukan itu akan menjadi tambah takut. Setidaknya mengurangi aktivitas mereka," imbuh Herlang yang juga anggota komisi D DPRD Kutim.


Lelaki yang juga Ketua Fraksi NAP di DPRD tersebut menyatakan, setiap tindakan pencegahan pelanggaran tersebut, menjadi langkah dan inspirasi untuk membuat peraturan daerah (perda) yang lebih baik. "Hal ini untuk meningkatkan pembangunan daerah, dari sisi sosial," terang Herlang. (*)