Selasa, 13 Maret 2018

Ketua KPU Kutim Disandera dalam Simulasi


Dalam pesta demokrasi, kerap terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Massa yang tidak terima pasangan calon pilihannya kalah suara, membuat ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim disandera.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Massa dari partai politik kubu tertentu di Kutim, memenuhi halaman Mapolres Kutim, kemarin (13/3) pagi. Masing-masing dari mereka membawa senjata pemukul dan bebatuan. Teriakan dari seorang kordinator lapangan, menyerukan kekecewaan atas kebijakan KPU Kutim terkait hasil poling suara pemilihan gubernur (pilgub).

Para demonstran pun melakukan lemparan benda-benda keras. Tim gabungan Kodim 0909/Sangatta, Lanal Sangatta, dan Polres Kutim maju ke barisan depan untuk mengamankan. Water cannon dilesatkan, bersamaan dengan beberapa tembakan gas air mata.

Ternyata, ada seorang demonstran yang anarkis, diam-diam menyandera Ketua KPU Kutim. Dia mengancam akan menembakkan senjata api ke kepalanya. Namun, secara senyap seorang penembak jitu dari Polres Kutim berhasil melumpuhkan demonstran tersebut dari jarak sekira 15 meter. Ketua KPU berhasil diselamatkan.

Demikianlah simulasi yang diperagakan oleh tim gabungan tersebut di Mapolres Kutim, kemarin. Peragaan tersebut benar-benar berkesan, menggambarkan kondisi genting jika terjadi kericuhan dalam pilkada tahun ini, maupun pilpres dan pileg tahun depan. Ketua KPU Kutim Fahmi Idris pun hanya tertawa ketika melihat simulasi bahwa dirinya dijadikan tawanan.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan mengatakan, simulasi tersebut merupakan bagian dari pengamanan oleh TNI dan Polri dalam pilkada serentak nanti. "Tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal-hal seperti yang diperagakan dalam simulasi. Tapi kami sudah lebih dulu siap, baik secara mental, fisik, maupun peralatan. Mudah-mudahan itu tidak terjadi," ungkap Teddy, kemarin.

Dia menjelaskan, perlindungan masyarakat (linmas) di tiap kecamatan saat ini sudah siap. Sedangkan dari 480 personel Polres Kutim, sebanyak 300 anggota disiapkan untuk pengamanan kampanye. "Sejauh ini belum ada paslon cagub-cawagub yang memanfaatkan kampanye di lapangan," imbuh dia.

Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha menuturkan, dalam simulasi yang diperagakan, bermakna untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya pelanggaran dalam pilkada. Itu sekaligus menjadi peningkatan sinergitas TNI-Polri dan instansi terkait.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar