Kamis, 22 Maret 2018

Dipancing 4 Malam, Anak Buaya Ditangkap, Diduga Masih ada Induknya



SANGATTA – Warga gerah atas berkeliarannya buaya di lingkungan permukiman. Mereka terpaksa menangkap sendiri buaya, di Kampung Tengah, Desa Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutim, Rabu (21/3). Itu karena tak ada tindakan konkret dari pemerintah untuk menyelamatkan warga dari ancaman buaya yang berkeliaran.

Kabib (24), satu dari empat warga yang menangkap buaya berukuran 2 meter tersebut menjelaskan, dia telah memancing buaya tersebut sejak empat hari sebelumnya. Buaya tersebut sudah sangat meresahkan warga di lokasi penangkapan, Jalan Rosehan Ahmad, Kampung Tengah, Gang Danau Purun, RT 7, Desa Singa Geweh tersebut.


“Sebab, anak-anak di sekitar sering mandi di rawa buatan berukuran sekira 50x50 meter tersebut. Di sana juga ada ternakan sapi milik warga. Itu menjadi keresahan bagi kami,” ungkap dia, saat ditemui di lokasi tak jauh dari penangkapan buaya tersebut, kemarin.

Buaya itu berhasil dijerat jebakan yang dibuat oleh Kabin dan tiga keluarganya di lokasi rawa yang jaraknya 700 meter dari depan Gang Danau Purun, Rabu (21/3) sekira pukul 02.00 Wita. Lalu predator tersebut dibawa dibalut lakban kuning sepanjang mata hingga ujung mulutnya pada pukul 10.00 Wita. Lalu dan diikat di tiang teras rumah warga, di depan Gang Danau Purun tersebut.

Koeshenratno (22) salah satu warga yang juga anggota masyarakat mitra polhut (MMP) cabang Sangatta menjelaskan, telah melapor ke Resort I Taman Nasional Kutai (TNK), dan kepada polhut di wilayah Sangatta. Buaya itu akan dibawa ke kawasan TNK untuk diamankan, agar jauh dari lingkungan warga.


“Buaya tersebut memang sudah sering terlihat di rawa tersebut. Bahkan, banyak yang bilang, masih ada buaya lainnya yang lebih besar, dan pernah hampir menyambar seorang pemancing,” ungkap lelaki yang juga seorang tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) itu. (*)




*penulis menyempatkan diri selfie bersama buaya dan warga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar