SANGATTA –
Warga
gerah atas berkeliarannya buaya di lingkungan permukiman. Mereka terpaksa menangkap
sendiri buaya, di Kampung Tengah, Desa Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan,
Kutim, Rabu (21/3). Itu karena tak ada tindakan konkret dari pemerintah untuk
menyelamatkan warga dari ancaman buaya yang berkeliaran.
Kabib (24), satu dari empat warga yang menangkap
buaya berukuran 2 meter tersebut menjelaskan, dia telah memancing buaya
tersebut sejak empat hari sebelumnya. Buaya tersebut sudah sangat meresahkan
warga di lokasi penangkapan, Jalan Rosehan Ahmad, Kampung Tengah, Gang Danau
Purun, RT 7, Desa Singa Geweh tersebut.
“Sebab, anak-anak di sekitar sering mandi di rawa
buatan berukuran sekira 50x50 meter tersebut. Di sana juga ada ternakan sapi
milik warga. Itu menjadi keresahan bagi kami,” ungkap dia, saat ditemui di
lokasi tak jauh dari penangkapan buaya tersebut, kemarin.
Buaya itu berhasil dijerat jebakan yang dibuat oleh
Kabin dan tiga keluarganya di lokasi rawa yang jaraknya 700 meter dari depan Gang
Danau Purun, Rabu (21/3) sekira pukul 02.00 Wita. Lalu predator tersebut dibawa
dibalut lakban kuning sepanjang mata hingga ujung mulutnya pada pukul 10.00
Wita. Lalu dan diikat di tiang teras rumah warga, di depan Gang Danau Purun
tersebut.
Koeshenratno (22) salah satu warga yang juga anggota
masyarakat mitra polhut (MMP) cabang Sangatta menjelaskan, telah melapor ke
Resort I Taman Nasional Kutai (TNK), dan kepada polhut di wilayah Sangatta.
Buaya itu akan dibawa ke kawasan TNK untuk diamankan, agar jauh dari lingkungan
warga.
“Buaya tersebut memang sudah sering terlihat di
rawa tersebut. Bahkan, banyak yang bilang, masih ada buaya lainnya yang
lebih besar, dan pernah hampir menyambar seorang pemancing,” ungkap lelaki yang
juga seorang tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) itu. (*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar