SANGATTA - Hari kesehatan mulut sedunia pada 20 Maret diperingati oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kutim. Yakni, dengan rangkaian kegiatan sosialisasi terhadap pelajar tingkat SD yang jauh dari pusat kota, sejak kemarin sampai hari ini (21/3).
Sosialisasi bermula di SD 008 Sangatta Utara, Kutim, kemarin (20/3) pagi. Para anggota PDGI Kutim mengedukasi terhadap 86 siswa tentang cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Penyampaian dikemas dengan atraktif. Anak-anak berbaris melingkar, lalu mempraktekkan cara menyikat gigi, lalu sejumlah dokter gigi mengecek setiap anak. Hari ini (21/3), kegiatan serupa digelar di SD 005 dan 006 Sangkima, Sangatta Selatan, dengan 200 lebih siswa.
Ketua PDGI Kutim drg Dwi Agustina berharap, melalui kegiatan tersebut para siswa dapat memiliki kebiasaan menyikat gigi yang baik dan benar. Sebab, anak di usia SD rentan melupakan menyikat gigi malam.
"Jadi, mulai dari saat ini kami harap anak-anak mulai memiliki kebiasaan sikat gigi yang baik dan teratur tiap pagi dan malam. Menurut suatu survei, jika seseorang memulai suatu kebiasaan selama tiga pekan atau 21 hari, maka itu bisa menjadi kebiasaan yang melekat," ungkap dokter gigi yang juga membuka praktek di kawasan mal Sangatta Town Centre (STC) Jalan Yos Sudarso II, Sangatta Utara tersebut.
Adapun tujuan PDGI memperingati hari kesehatan mulut, lanjut perempuan tersebut, secara umum untuk menyehatkan generasi muda Indonesia, khususnya di Kutim. Sebab, gigi dan mulut merupakan hal penting yang harus dijaga sejak dini.
"Penyakit apa saja bisa dilihat dari dalam mulut. Seperti tipes, maag, hingga difteri sekalipun, semua dapat dideteksi dari mulut. Ini kerap dianggap sepele, padahal sangat penting. Gigi adalah bagian tubuh paling akhir ketika yang hancur ketika seseorang meninggal," ulas perempuan yang menjabat ketua PDGI Kutim sejak 2017 itu.
Dwi menargetkan, kegiatan edukasi tersebut tidak putus setelah hari kesehatan mulut dunia berakhir. Dia berharap bisa terus mengulanginya setiap tahun. "Tapi kami juga perlu dukungan dari pemerintah daerah, maupun pelaku pendidik di tiap sekolah. Kami tak bisa bergerak sendiri," paparnya.
Dia menerangkan, dewasa ini anak-anak memiliki respons yang positif dalam menerima suatu ilmu, termasuk tentang kesehatan. "Kini anak-anak banyak yang bisa belajar lewat internet, tak hanya dari buku. Saya sering menemuinya. Makanya perlu kami membimbing anak sejak dini, bersama dengan peran orang tua," ucap dia.
Ketua Panitia kegiatan drg Marthen Tandi menambahkan, sasaran kegiatan tersebut yakni terhadap 350 siswa SD di tiga sekolahan yang dituju. Acara digelar di sekolah yang jauh dari pusat keramaian kota karena tingkat pendidikan anak di tempat tersebut jauh dari fasilitas kota yang lengkap.
"Juga, kemungkinan tingkat pendidikan di sini (SD 008 Sangatta Utara dan SD 005, 006 Sangatta Selatan) tidak merata, sehingga tak mudah mendapat informasi," imbuh dokter yang bekerja di RSUD Kudungga Sangatta itu.
Meski pertama kali diselenggarakan, ungkap Marthen, kegiatan tersebut dikatakannya bakal dirutinkan setiap tahun.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani. Pejabat yang juga dokter umum tersebut memberikan sambutan ringan. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar