Diketahui, Kutim sudah dinyatakan berstatus kejadian luar biasa (KLB) pada awal 2018, karena ada beberapa masyarakat yang dinyatakan positif difteri. Hingga kini, proses pencegahan penularan difteri di Kutim telah digencarkan melalui vaksin outbreak response immunizations (ORI) gratis oleh pemkab.
Proses vaksinsisasi tersebut sudah berlangsung dalam dua tahapan. Meski belum dilanjutkan, Pemkab Kutim sudah menjanjikan bakal melakukan ORI tahap ketiga.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniati mengatakan, terakhir kali ada penanganan difteri di RSUD Kudungga Sangatta yaitu pada empat pekan yang lalu. Dari 15 suspek yang dirawat, ternyata hanya satu orang yang dinyatakan positif difteri oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada pertengahan Februari.
"Saat itu menggunakan tes kultur dari Kemenkes, dan dinyatakan seorang lelaki yang terkena difteri," ucap dia. Diketahui, pasien berusia 35 tahun tersebut merupakan salah satu warga yang pertama kali dinyatakan terindikasi difteri di Kutim pada awal 2018.
Sebelumnya, pasien yang dinyatakan positif terindikasi difteri di Kutim hanya melalui tes mikroskopik. Adapun tes kultur hanya dapat dilakukan di Jakarta oleh Kemenkes.
Dia menyatakan, bila nanti pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh, dengan melalui berbagai proses penyembuhan, maka status KLB di Kutim bisa dicabut. "Jadi, pasien tersebut perlu melalui terapi anti difteri dulu, sampai kekebalan tubuhnya benar-benar nol dari bakteri tersebut pada sebulan kemudian," ulas Yuwana yang juga dokter umum itu.
Meski begitu, dikatakannya, Dinkes Kutim tetap akan melakukan vaksin ORI tahap III. "Biarpun sudah bersih dari difteri secara kasat mata, namun tahapan vaksin tetap harus dilakukan sampai selesai, karena merupakan aturan medis," ungkap dia.
Dijelaskannya, daerah lain di Kaltim belum ada yang sempat melakukan ORI masal. Hanya Kutim yang telah melakukannya, bahkan sudah selesai dari tahap kedua, menuju tahap ketiga. (*)
Tentang Difteri di Kutim:
- Ditemukan awal 2018
- Awalnya 4 orang yang dinyatakan terindikasi difteri dan dirawat di ruang isolasi di RSUD Kudungga Sangatta, lalu jumlah pasien perlahan bertambah
- Dari 15 pasien, dinyatakan positif difteri oleh Kemenkes hanya 1 orang di Kutim
- Sebelumnya hanya berdasarkan tes mikroskopik, tes kultur dilakukan di Jakarta oleh Kemenkes
- Jika sudah benar-benar bersih, status KLB di Kutim bisa dicabut
- Masyarakat diminta pemkab untuk tetap mengikuti vaksin ORI tahap III
Tidak ada komentar:
Posting Komentar