Kamis, 15 Maret 2018

Kapal Tenggelam di Tanjung Mangkalihat , 9 Nyaris Tewas

SANGATTA - Lagi-lagi, sebuah kapal tenggelam di laut Kutim. Yakni, di perairan Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran. Padahal, sebelumnya sebuah kapal baru saja tenggelam di perairan tersebut awal Februari 2018.

Musibah tersebut dikabarkan oleh Danlanal Sangatta, Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta kepada media ini, kemarin (15/3) sore. Terdapat sembilan anak buah kapal (ABK) dari Kapal KLM Bunga Harapan yang tenggelam kemarin (15/3) sekira pukul 00.30 Wita tersebut.

Saat itu, kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Pare-Pare Sulsel menuju Berau, dengah membawa 280 ton beras dan 218 ikat telur. Gelombang laut yang begitu dahysat membuat nahkoda kapal, Abdul Azis bersama delapam ABK-nya terguncang.

Lantas, ujar Mulyan, kapal tersebut mengalami kebocoran karena menabrak batu karang di sekitar 1 mil dari bibir pantai di Perairan Tanjung Mangkalihat. Sang nahkoda kehilangan kendali, sehingga kapal tersebut kemasukan banyak air, lalu perlahan terbalik. Kapal pun akhirnya tenggelam.

Menurut hasil pemeriksaan sejauh ini, Mulyan menjelaskan, kapal tersebut diperkirakan tenggelam pada kedalaman antara 150-200 meter.

Kronologis lebih rinci, belum dapat dijelaskan. Sebab, para korban masih dalam keadaan trauma berkecamuk. Keterangan masih dihimpun.

“Saat ini belum diperoleh keterangan penyebab tenggelamnya kapal, termasuk upaya penyelamatan karena komunikasi ke Tanjung Mangkaliat terkendala,” terang Danlanal.

Kapal tersebut diketahui merupakan milik seorang warga Pare-Pare yang dikenal dengan nama H Saleba. Korban selamat saat ini ditampung di rumah warga yang merupakan keluarga anggota Posal Tanjung Mangkalihat Sertu Arman, di Tanjung Mangkalihat, Sandaram.

ABK yang selamat yakni Risman, Usman, Suparno, Datri, Yusran, Abdul Kadir, Ruslan, dan Samula. “Semua korban yakni nakhoda dan ABK, kini ditampung di kediaman  warga dalam keadaan sehat, semetara petugas Posal Tanjung Mangkaliat sudah melakukan pendataan tempat kejadian,” terang Danlanal.

Mulyan menuturkan, tindakan yang dilakukan saat ini yaitu memperdalam data kronologis kejadian. Speed Posal Tanjung Mangkalihat sudah berada di TKP untuk memastikan posisi tenggelamnya KLM Bunga Harapan.

Sebelumnya di perairan Tanjung Mangkalihat juga telah terjadi peristiwa sama. Kapal Tawarani Baru yang membawa tujuh penumpang, yakni seorang nahkoda bersama dua ABK dan para pemancing asal Sangatta, tenggelam karena bertabrakan dengan kapal tugboat pengangkut tongkag kosong pada 11 Februari.

Dalam kejadian itu tiga orang selamat, yakni Sukri (57), Marten (63) dan Zakaria (56). Sementara empat lainnya hingga kini belum ditemukan yakni Kardi (45), Seno, Rustam, dan Razak. Pencarian empat korban dikerahkan di perairan Toli-Toli, Gorontalo, oleh Basarnas. Sementara dari Kutim melakukan pantauan dan kordinasi. (mon)

Tenggelam di Perairan Tanjung Mangkalihat :

~Nama Kapal : KLM Bunga Harapan

~Nakhoda : Abdul Azis

~Pemilik : H Saleba

~Alamat : Pare-Pare Sulawesi Selatan

~ABK :
1. Risman
2. H. Usman
3. Suparno
4. Datri
5. Yusran
6. Abdul Kadir
7. Ruslan
8. Samula

~Muatan :
- Beras : 280 ton
- Telur : 218 ikat

~Kapal berlayar dari Pare-pare dengan tujuan Berau

~Korban jiwa : Nihil

~Kerugian Material :
- Sebuah kapal an KLM Bunga Harapan
- Beras 280 ton
- Telur 218 ikat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar