Tempat ibadah pertama dan satu-satunya bagi Umat Buddha di Kutai Timur akan segera terbangun. Meski belum diresmikan, peringatan detik-detik Waisak berlangsung khusyuk di Vihara Sukharama, Sangatta tersebut, Minggu (29/5).
RAYMOND CHOUDA, Sangatta
Tepat sebelum pelaksanaan Waisak pada Selasa (29/5), vihara yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso II, Komplek Thomas Square, Sangatta tersebut, dikunjungi oleh para pemeluk agama dan kepercayaan lainnya. Sehari sebelum peringatan Waisak.
Yakni, melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kutim, Pemuda Lintas Agama (Pelita), Katholik Center, dan lainnya. Mereka bahkan melakukan kerja bakti membersihkan vihara tersebut luar-dalam, sehingga tampak bersih.
Hal tersebut menjadi pemandangan yang sejuk di tengah kesibukan umat Islam yang mayoritas saat berpuasa Ramadan. Kerja sama rukun umat beragama di Kutim menjadi hal yang indah, mengingat belum lama ini ada kejadian terorisme di Surabaya dan Sidoarjo.
Data dari Kememterian Agama tetang jumlah pemeluk Buddha, awalnya mencatatkan jumlah 300 orang di Kutim, dan 75 orang di Sangatta, beberapa tahun lalu.
Tepat setelah Etik Daniati datang ke Sangatta untuk menetap di Jalan Poros Sangatta-Bontang KM 10, Sangatta Selatan, pada November 2017, pemeluk Buddha melakukan pendataan secara real di lapangan. Lantas hasilnya jauh berbeda. Jumlah sebenarnya saat ini hanya sekira 10 kepala keluarga (KK) pemeluk keyakinan Buddha di Sangatta.
"Itu mungkin karena orang-orang hanya datang dan pergi tanpa menetap lama di Kutim ini, khususnya Sangatta" ujar Etik yang kini menjabat sebagai pengurus Vihara Sukharama Sangatta.
Dengan jumlah umat yang seadanya, Etik dan umat Buddha lain di Sangatta tetap melangsungkan detik-detik Waisak di Vihara Sukharama, Selasa (29/5) pukul 21.00 Wita. Ibadah pun berlangsung dengan khusyuk.
Sebelum adanya vihara tersebut dibangun, ujar Etik, umat Buddha di Sangatta berkumpul untuk beribadah hanya di sebuah rumah. Yakni, di sebuah ruangan khusus di kediaman Susy Youlia di Komplek Thomas Square, tak jauh dari vihara tersebut.
Susy pun diketahui merupakan istri dari seorang pengusaha kenamaan di Sangatta, Thomas Lekiu Winata. Pembangunan vihara yang kini progresnya sudah sekira 98 persen tersebut, berdiri di atas tanah yang diwakafkan oleh Thomas untuk umat Buddha di Sangatta.
Rencananya, Vihara Sukharama akan diresmikan pada Agustus 2018. Thomas berharap, Pemkab Kutim mau memberi sumbangsih untuk lokasi ibadah tersebut, sebab untuk kepentingan bersama. (*)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar