SANGATTA - Hujan yang mengguyur tanah Kutim sekira empat hari berturut belakangan ini, membuat jalanan berubah menjadi bubur di kampungnya Chandra Idol, Kecamatan Muara Bengkal, Kutim. Begitu juga kecamatan sekitarnya di Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar, hingga Busang.
(baca juga berita lebih lengkapnya di harian Kaltim Post, edisi 12/2/2018)
Hal ini menjadi viral di jagat maya, beberapa netizen mengupload kebengisan jalanan di daerah yang jauh dari jangkauang pusat pemerintahan itu. Ada sebuah foto lucu yang beredar, sindiran warga terhadap pemerintah, mereka bercocok tanam di kubangan lumpur. Itu menjadi bahan tertawaan di sebuah grup Whatsapp.
Sementara di facebook, seorang netizen bernama akun Syamsul memposting gambar jalanan bubur ke sebuah grup jual-beli lokal, Jumat (9/2) pukul 16.44 Wita. Ratusan komentar dan like memenuhi postingan tersebut.
"Ini kondisi jalan menuju Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar, Busang. Kapan kami masyarakat dari pedalaman mendapat perhatian dari pemerintah," ucap netizen Syamsul dalam keterangan gambar yang dipostingnya.
Tampak pada foto yang diambil dengan kamera amatir tersebut, sebuah kendaraan alat berat jenis eksavator berwarna kuning sedang bekerja merapikan tanah agar bisa dilalui kendaraan lain. Beberapa warga dan pekerja terlihat sedang bekerja, dan ada pula yang istirahat. Sementara di sudut ujung ada warga berkendaraan motor dua tak yang sedang mengantre.
"Semoga lebih diperhatikan pemerintah. Kasihan kalau dalam keadaan darurat," ucap netizen Hasna Via Ardi dalam kolom komentar.
"Kalau ada yang sakit berat atau mau dirujuk ke Samarinda gimana ya kalau lagi ngantri gitu. Mencekam juga sih bayanginnya," ujar netizen bernama akun Irwan Fecho.
Warga net lainnya Bau Irawan menyatakan, status jalan tersebut merupakan milik sebuah perusahaan hutan tanaman industri (HTI). Lantas, perusahaan tersebut yang harus memperbaikinya. (*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar