Sabtu, 07 April 2018

Pulang ke Kutim, Mahyudin Blak-Blakan tentang Permintaan Mundur dari Golkar

Politikus Kutim yang mewakili nama Kaltim di MPR RI, telah diminta mundur oleh partainya dari bangku wakil ketua belum lama ini. Mahyudin, menolak keras permintaan Partai Golkar tersebut.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

Hal itu dinyatakan Mahyudin (MU) yang masih menjabat wakil ketua MPR RI, kepada Kaltim Post (KP), saat berpulang ke Sangatta, Kutim, di kediamannya Jalan Soekarno Hatta, Kamis (5/4). Persoalan tersebut sempat menjadi buah bibir di se-Tanah Air. Berikut wawancara singkatnya:

KP: Pak, bagaimana tanggapan tentang Partai Golkar yang meminta Anda mundur dari jabatan wakil ketua MPR RI?
MU: Tentu saja ada rasa kecewa terhadap keputusan partai. Sebab, hal itu tidak saya inginkan.

KP: Mengapa tiba-tiba ada keputusan semacam itu menurut Anda?
MU: Kondisi internal partai saat ini sedang tidak kondusif. Sejak kepemimpinan Golkar diganti, mereka (pengurus partai) tentu ingin orang-orang dari pilihannya yang mengisi berbagai jabatan di lembaga.

KP: Memangnya partai boleh mencabut jabatan Anda?
MU: Tidak bisa. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, pimpinan MPR hanya bisa diganti apabila mengundurkan diri, meninggal dunia, atau berhalangan tetap karena kasus hukum.

KP: Lantas, Anda akan melanjutkan jabatan Anda dengan kondisi yang seperti itu?
MU: Tentu saja. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya seperti pesawat, tidak punya ‘gigi mundur’. Lebih baik dipecat dari pada mengundurkan diri.

KP: Maaf sebelumnya, apa alasan dari hati Anda yang terdalam?
MU: Saya tidak ingin megecewakan masyarakat Kaltim yang sudah memilih saya sehingga menjadi wakil ketua MPR RI. Makanya saya tidak mau mundur, meski partai terus memintanya. Jabatan ini adalah amanah.


KP: Kabarnya, Anda saat ini sedang mempersiapkan diri untuk maju mengisi bangku DPD RI pada pileg (pemilihan legislatif) 2019? Bagaimana mungkin?
MU: Ya, itu benar. Tapi, saya akan melalui jalur perseorangan. Dalam keadaan itu, saya akan tetap berada di Golkar. Hanya jalurnya saja yang perseorangan.

KP: Seberapa percaya diri Anda?
MU: Saat ini saya sudah memenuhi persyaratan mengumpulkan minimal 2.000 dukungan se-Kaltim, bahkan sudah 3.000 dukungan. Nanti, bisa saja ada bantuan dukungan dari partai lain para sahabat saya di Kaltim, terutama Kutim. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar