Politikus Kutim yang
mewakili nama Kaltim di MPR RI, telah diminta mundur oleh partainya dari bangku
wakil ketua belum lama ini. Mahyudin, menolak keras permintaan Partai Golkar
tersebut.
RAYMOND CHOUDA, Sangatta
Hal itu dinyatakan Mahyudin
(MU) yang masih menjabat wakil ketua
MPR RI, kepada Kaltim Post (KP), saat berpulang ke Sangatta, Kutim,
di kediamannya Jalan Soekarno Hatta, Kamis (5/4). Persoalan tersebut sempat
menjadi buah bibir di se-Tanah Air. Berikut wawancara singkatnya:
KP: Pak, bagaimana tanggapan
tentang Partai Golkar yang meminta Anda mundur dari jabatan wakil ketua MPR RI?
MU: Tentu saja ada rasa kecewa
terhadap keputusan partai. Sebab, hal itu tidak saya inginkan.
KP: Mengapa tiba-tiba ada keputusan
semacam itu menurut Anda?
MU: Kondisi internal
partai saat ini sedang tidak kondusif. Sejak kepemimpinan Golkar diganti,
mereka (pengurus partai) tentu ingin orang-orang dari pilihannya yang mengisi
berbagai jabatan di lembaga.
KP: Memangnya partai boleh mencabut jabatan Anda?
MU: Tidak bisa. Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, pimpinan MPR
hanya bisa diganti apabila mengundurkan diri, meninggal dunia, atau berhalangan
tetap karena kasus hukum.
KP: Lantas, Anda akan melanjutkan
jabatan Anda dengan kondisi yang seperti itu?
MU: Tentu saja. Saya
tidak akan mengundurkan diri. Saya seperti pesawat, tidak punya ‘gigi mundur’. Lebih
baik dipecat dari pada mengundurkan diri.
KP: Maaf sebelumnya, apa alasan dari hati Anda yang terdalam?
MU: Saya tidak ingin
megecewakan masyarakat Kaltim yang sudah memilih saya sehingga menjadi wakil
ketua MPR RI. Makanya saya tidak mau mundur, meski partai terus memintanya. Jabatan
ini adalah amanah.
KP: Kabarnya, Anda saat
ini sedang mempersiapkan diri untuk maju mengisi bangku DPD RI pada pileg (pemilihan
legislatif) 2019? Bagaimana mungkin?
MU: Ya, itu benar. Tapi, saya
akan melalui jalur perseorangan. Dalam keadaan itu, saya akan tetap berada di
Golkar. Hanya jalurnya saja yang perseorangan.
KP: Seberapa percaya diri
Anda?
MU: Saat ini saya sudah
memenuhi persyaratan mengumpulkan minimal 2.000 dukungan se-Kaltim, bahkan
sudah 3.000 dukungan. Nanti, bisa saja ada bantuan dukungan dari partai lain
para sahabat saya di Kaltim, terutama Kutim. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar