Minggu, 22 April 2018

Tak Banyak Fungsinya, Videotron Sangatta Jadi Sorotan


SANGATTA - Sempat lama tidak terdengar kabar perkembangan videotron satu-satunya di Kutai Timur yang berdiri melintang di Jalan Wolter Monginsidi, Sangatta Utara. Kini proyek tersebut mulai ramai kembali dibicarakan warga.

Plt Sekretaris sekaligus Kabid Persandian dan Statistik Dinas Kominfo Kutim, Darsafani mengakui, saat ini videotron tersebut memang belum berfungsi maksimal. Dirinya belum mengetahui persis jadwal waktu tayangan di videotron tersebut.

"Tapi, kami merencanakan nantinya menampilkan data-data di videotron. Mungkin semisal tabel grafik, ucapnya saat ditemui belum lama ini.

Kasi Pengelolaan Data Statistik Diskominfo Kutim M Syaiful menambahkan, hal tersebut belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Sebab, dari sekian usulan kegiatan statistik yang diajukan bidangnya, seakan belum dipandang perlu bagi Kutim, sehingga hanya satu usulan yang diterima.

Sementara itu, Budi, kepala seksi di Diskominfo yang membidangi masalah videotron enggan memberikan jawaban.  Dirinya melimpahkan sepenuhnya kepada pimpinan. 

Sementara itu, warga menganggap Dinas Kominfo Kutim tak pandai mengelola proyek tersebut. "Yang ditayangkan itu-itu saja. Padahal banyak sekali program Pemkab Kutim. Seharusnya ganti-ganti. Kalau seperti itu,  siapa yang mau lihat. Apalagi tayangannya hanya malam saja," ujar Ningsi warga sekitar.

Akibat defisit,  lanjut dia, kritikan masuk terus ke Pemkab Kutim. Nah seharusnya imbangi dengan program-program Pemkab Kutim. Tayangkan semuanya. Jadi masyarakat tau jika banyak program pemkab yang sudah dikerjakan," katanya.

Penayangan informasi  kepada masyarakat hanya terjadi pada  malam hari. Idealnya  siang dan malam. Informasi yang disampaikan pun tidak sesuai dengan harapan masyarakat.  Hampir setiap hari yang ditampilkan hanya animasi tulisan tangan atau tutorial tentang korupsi.

Padahal,  kegiatan Pemkab Kutim sangat melimpah. Baik dalam kota maupun program kecamatan.  Mulai dari  pembangunan  infrastruktur,  pariwisata,  dan semua yang berkaitan dengan kemajuan Kutim.

Sangat disayangkan,  fasilitas yang memakan biaya Rp 1 miliar lebih tersebut tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Padahal,  videotron merupakan media yang baik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahkan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) jika disewakan kepada pihak ketiga.

Jauh sebelumnya, saat ditemui tahun lalu, Kepala Diskominfo Kutim M Elyan Noor pernah mengatakan, videotron yang ada di Sangatta dibuat pada era Diskominfo, masih satu atap dengan Dinas Perhubungan atau sebelum 2017. Kini di bawah penanganan Diskominfo Kutim, masih dalam fungsi yang sama dengan operasional yang terbatas.

Menurut dia, videotron tersebut hanya beroperasi selama tiga jam per hari, yakni pukul 18.30–21.30 Wita. Alasannya karena keterbatasan biaya listrik. Fungsinya, menyampaikan pesan-pesan sosial dari pemerintah. Yakni menjadi alat pelayanan kepada masyarakat yang bersifat nonkomersial, bukan untuk mencari uang. Meski memang, tidak semua program bisa terpapar di sana. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar